8.10.2015

Hari Pertama Masuk Sekolah


Pagi ini rasa-rasanya datang terlalu cepat. Adalah hari pertama masuk sekolah, hari dimulainya beraneka rupa kisah. Senyuman-senyuman tulus dan mata-mata berbinar akan ditemui setiap harinya. Panggilan-panggilan yang paling membahagiakan di seluruh dunia dan di sepanjang perjalanan hidupku akan sering sekali didengar.
“Ibu... Ibu... Ibu...”
“Ibu guru...”
“Ibu Raras...”
Aku bahagia, sungguh. Namun, aku takut. Rasa-rasanya banyak sekali kekhawatiran yang menggelayuti hatiku. Aku (masih) takut jika nanti anak-anak tidak berbahagia menyambut kedatanganku. Aku pun (masih) takut jika guru-guru lain di sekolah merasa ‘biasa saja’ atau bahkan ‘tidak nyaman’ dengan keberadaanku. Aku bahkan (masih) takut jika aku tidak diperlukan disini. Lalu, untuk apa aku disini?
Aaah, langkahku sedikit gontai, tapi harus selalu ada langkah pertama untuk langkah-langkah besar selanjutnya. Bismillah... Hanya bisa berdo’a, semoga Allah membimbing setiap langkahku.
Hari pertama masuk sekolah, hari dimulainya rutinitas berangkat ke sekolah menggunakan kethek, alat transportasi sungai semacam perahu mesin dari kayu. Anak-anak dari sabrang pun sudah siap dengan hari pertama sekolahnya—mereka nantinya akan jadi teman setiaku berangkat naik kethek ke sekolah. Orang tua banyak yang mengantarkan anak-anaknya ke sekolah. Dan, hari pertama naik kethek ke sekolah dibayari oleh salah seorang wali murid. Hehehe... Rejeki anak sholehah...
Hari pertama masuk sekolah, hari dimulainya banyaaaak sekali kisah bahagia, sedih, menantang, mengharukan, melelahkan, membuat tersenyum tanpa tau apa sebabnya. Hei, bersiap-siaplah untuk merasakan itu semua mbul. Hari pertama ini ada rapat guru, daaaan, aku diminta membantu kelas 1 dan 2, IPA dan BTA kelas 3, Matematika dan BTA kelas 4, plus IPA dan BTA kelas 6. Uwow, random sekaliiih kelaskuuu... Hihihi... Bismillah, diniatkan belajar ya mbul...
Itulah hari pertama sekolahkuuuu...

Tidak ada komentar: