5.25.2014

Ramadhan Sebentar Lagi :'))

sebentar lagi ramadhan, sebentar lagi ramadhan...

Allahumma bariklanaa fii rajaba wa sya'bana wa balighnaa ramadhan...

aamiin yaa rabbal 'alaamiin...

RAMADHAAAAN... semoga aku bisa berusaha sekuat semaksimal sebahagia dan sehebat apapun untuk menyambut dan bertemu denganmuuu... :'))

5.22.2014

And the day had come :')

Foto: terimakasih atas semua do'a, harapan, senyuman hangat, canda tawa, hingga air mata bahagia.. terimakasiiihhh... :'))
Foto: Selamat buat Raras wisudanya colek Mawar Ramadhan,Susi Soehardjono,Ni'mal Kariemah,Lily Farasya Alawiyah :)
Foto
Foto

Terimakasih untuk 20 mei yang sangat menyenangkan kemariiin... Bahkan aku sendiri tidak menyangkan akan semenyenangkan dan semeriah kemariiin... 
Harus dicatat deh nii cerita kemarin. Setelah prosesi wisuda di gsp beres, aku pun mencari bapak ibu, mba tika, mas heri, budhe, mbah putri dan tante. Alhamdulillah, pengen terharu aja akhirnya 'a dream comes true'... Setelah jeprat jepret di tukang foto maupun di trotoar, aku pun dianter ke fakultas dan rombongan makan siang dulu di luar. Udah mikir, bakal krikkrik ga yaa, jalan ke gazebo sendirian. Eh alhamdulillah ketemu mba riri, trus kak pungki, trus anak-anak mikro yang rame banget, truuuuussss tetiba ada 2 bocil yang jalan ke arahku. Mereka, latif dan nia, yang susah payah diboyong si icha ke kampus. 
Dengan malu-malu dan terbata-bata nia dan latif bilang, "selamat wisuda ya ibu guru raras..." rasanyaaaa, pengen nangisss... Ini adalah moment tersosweet kedua setelah ketemu bapak ibu di gsp dan ngeliat mbah putri nangis terharu.. :')) Dan laluuu, di tengah gazebo udah ada balon warna-warni yang digantungin tulisan "Barakallah bu Raras atas wisudanya, semoga bisa mengamalkan ilmu yang didapat ya." plusss foto anak-anak. Aduuuh terimkasiiih banyak yaaa ibu guru-ibu guru yang ngerencanain itu semuaaaa... 
Dan lalu nina dateng, jauh-jauh dari sukoharjo. Dan lalu, banyak yang dateng memberi selamat. Atas semua ucapan, doa, harapan, senyuman hangat, canda tawa, tangis bahagia, coklat, bunga, balon warna-warni, boneka doaraemon spongebob sampe sapi, tanaman di pot unyu, origami, ampe dompet girly, terimakasih yaaaa kalian.. 
Aaaah, hari itu aku benar-benar merasa dicintai banyak orang. 
Terimakasih ya Allah mengirimkan orang-orang yang baik-baik di kehidupan ini... Terimakasih ya Allah, untuk mewujudkan salah satu mimpi terbesar selama ini. :'))

5.14.2014

Kenakalan Kuliah (1)

Oke, perjalanan di kota gudeg ini aku mulai dengan menjadi seorang mahasiswa asal daerah yang keliatan ndeso dan culun. Sukanya teriak-teriak, ngakak-ngakak, dan lompat-lompat ga jelas (ah masa iya sih gitu amat? entahlah). Dan satu lagi, image yang menempel di aku adalah mahasiswi yang bergaya serabutan dengan baju jarang matching, misal pake celana jeans, kaos pendek hijau dan spandex putih, disertai jilbab orange menyala (ini serius, dulu aku pernah kayak gitu) hahahaha... Ato, rok polkadot warna ga jelas, kaos panjang kuning, dan jilbab biru (duuuh, parah bangeeeet). 

Si mahasiswa udik itu pun sok-sokan mencari kesibukan dengan ngedaftar di banyak organisasi intra kampus, mulai dari yang berbau pers (ini serius karena aku suka nulis), berbau bisnis (kalo ini cuma diajakin siih), sampai yang berbau religius (ini juga diajakin, hehe). Yaaah, udah nyebur mending berenang sekalian kaaan. Kehidupan di ketiga organisasi itu kadang bisa sangat jauuuh berbeda.
Di pers, namanya primordia, waktu masih jadi staff yang unyu-unyu sampe jadi pengurus yang juga unyu-unyu, yang paling aku inget adalah ketika ngejar deadline di sekre ampe tengah malem, bahkan ampe nginep. Coy, di sekre itu bau rokok, bau mukena yang udah lama ga dicuci, dan bau kaos kaki dan sepatu antahberantah. Waktu itu, aku mungkin belum mengenal jam malam akhwat di kampus dan juga belum mengenal sms-sms 'udah malem lho, jangan kemaleman di kampus'. Duuuh duuuh maaak, aku dulu parah bangettt... 

Di lembaga berbau bisnis, namanya P2KM, yang ngajarin banget gimana kita harus berusaha untuk ga melulu jadi job seeker tapi harus jadi job creator. Oke, ini pasti pembahasan yang berat. Tapi disini aku jadi kenal anak-anak yang keren-keren pake banget.

Di lembaga yang religius, KMMP, haaah iyaaa tempat dimana cinta bertaburan disana-sini. Awalnya aku gabung karena diajakin sama dindud ato sama siapa ya, dulu kan masih agak serem serem gimanaaa gitu mau ikut lembaga dengan mbak-mbak jilbab lebar gituuu... Hahaha *ababil* Ehhh, ternyata si embak-embak jilbab lebar itu baik-baik dan terpesonalah akuuuu pada mereka, meskipun kadang-kadang masih bandel juga siih kalo ada agenda-agenda gituuu... 

Duluuu, bahkan, di tahun-tahun awal, sering banget ke tugu rame-rame tengah malem sama anak-anak mikro, main ke rel kereta di atas ledok tukangan sampe manjat malem-malem, bahkan nongkrong di cafe rame-rame waktu ultahnya temen terus jalan-jalan di kota jogja ampe pagi. Oh tidaaaak... 

Tapi yaa itu semua adalah pengalaman yang *unforgetable* haha

Tapiiii, yang bikin bersyukur adalah, senakal-nakalnya aku waktu ituuu, aku masih diberi Allah lingkaran yang menentramkan dan membuat banyak belajar. Lingkaran yang indah dan membuatku merasa ada tangan-tangan tak terlihat yang ingin menggandengku untuk berjalan bersama... 


*bersambung*

Cerita Sidang

Ah iyaa, ga kerasa dan kayak tiba-tiba aja udah lulus dari tempat yang udah lamaaaa banget nampung banyak cerita sedih, seneng, galau, apapun itu. Alhamdulillahirobbil'alaamiin... :')) Ga kerasa bangettt, tiba-tiba udah revisi, udah nentuin tanggal sidang, udah sidang, udah yudisium, dan sekarang udah bentar lagi wisuda. Masih inget banget tanggal 30 Januari 2014, waktu habis sidang, orang-orang berdatangan memberi selamat dan bahkan ada yang bawain coklat, daaan yang lebih sosweet lagi, tepat beberapa menit setelah keluar dari ruang yang 'fiiuuuh' itu si embak telfon dari kota seberang. Bla bla bla bla dan akhirnya doi bilang kalau positif. Artinya, aku mau dapet ponakan dong ya? Iya, insyaAllah bakal hadir seorang ponakan. Alhamdulillahirobbil'alaamiin... :'))

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?" 

Sekarang udah masuk bulan kelima tuh si dedek, yang kata dokter berdasar hasil USG itu cowok... Aakkkk, semoga sehat-sehat terusss yaaa calon ponakan dan bundanya dan ayahnya... Tante udah ga sabar pengen ngajak main niiii... :'))

Benar, kejadian demi kejadian di tahun-tahun terakhir ini begitu membuat sadar bahwa hari-hari terang akan selalu datang setelah hari-hari sulit. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah! Catet.


manusia manusia biasa

Tentang perjalanan hidup seseorang, kita tak pernah tau akan jadi seperti apa. Seperti para pelaut yang tidak akan pernah tau ombak di tengah lautan akan seganas apa. Atau seumpama para pilot yang juga tak tau apakah di tengah perjalanan akan ada awan hitam pekat. Juga seperti para pedagang keliling yang entah sampai mana harus menawarkan dagangannya untuk berbuah keuntungan. 
Mereka, sama halnya kita--manusia manusia biasa--sungguh hanya bisa menerka-nerka ujian seperti apa yang telah menanti di sepanjang perjalanan hidup kita. Ujian memang selalu menanti di depan sana dan kita pun pasti sudah dipersiapkan Allah untuk melewatinya. Bahkan kita tidak perlu sok jagoan untuk seolah sibuk memepersiapkan diri menghadapi ujian demi ujian. Kita sering sekali tidak sadar bahwa Allah-lah yang mempersiapkan kita, hingga kita mampu lolos melewati ujian demi ujian itu.
Tugas kita hanyalah bersyukur dan semakin mendekat kepada Allah. Catet. 


Untuk gembul, yang masih saja sering merasa sok jagoan hidup di dunia ini. 

5.11.2014

Mendewasalah, Mbul! (3)

Note-nya tereliye yang ngena bangettt!


Jika orang2 pergi ke sekolah, kampus, karena mereka ingin memperoleh nilai bagus, ijasah keren, maka jadilah "si idiot" yang justeru pergi ke sekolah, kampus karena ingin belajar. Bahkan kalaupun kita tidak diterima di kampus top, fakultas terbaik, tetap jadilah si idiot yang bisa belajar apa saja sepanjang dia suka, karena kita tidak peduli dengan semua ukuran itu. Lupakan soal lulusan terbaik, nilai UN paling tinggi, IPK paling top, apalagi calon mertua nyari yang lulusan S3. Lupakan. Si idiot hanya fokus sekolah karena dia suka belajar, mencari ilmu. Titik.

Jika orang2 pergi ke kantor, tempat bekerja karena mereka ingin memperoleh gaji paling tinggi, fasilitas paling top, maka jadilah "si idiot" yang justeru berangkat kerja karena itu hobi-nya. Bahkan kalaupun pekerjaan tersebut tidak mentereng, dianggap sebelah mata, tetap jadilah si idiot yang selalu riang bekerja, mengerti sekali setiap detiknya adalah ibadah--jadi boro2 mau korupsi waktu, tidak masuk kamus. Lupakan soal sikut2an, pindah2 kerja mencari gaji tertinggi, mengeluh banyak hal, apalagi menjilat ke atasan. Lupakan. Si idiot bekerja karena dia menyukai pekerjaannya, hobinya.

Jika orang2 pergi keliling dunia, jalan2 kemana2 karena mereka ingin punya foto2, dipamer2kan, ditunjuk2an ke orang lain, maka jadilah "si idiot" yang justeru tidak merasa perlu membawa kamera, berfoto ria. Bahkan kalaupun perjalanan itu tidak penting, tidak jauh, hanya ke pasar dekat rumah, tetap jadilah si idiot yang selalu memperoleh pengalaman baru dari setiap perjalanannya. Lupakan soal catatan hebat, si idiot lebih memilih memeluk sendiri semua pengalaman hidupnya, untuk menjadikannya semakin baik dan paham.

Sungguh, bukankah jika orang2 melakukan banyak hal dengan rumus yang sama, dan ternyata lebih banyak gagalnya, mungkin sudah tibanya bagi kita semua untuk mencoba menggunakan cara "si idiot".

Lakukanlah. Boleh jadi dengan cara ini, kita akan benar2 mengetahui definisi kebahagiaan hidup. Tanpa topeng, tanpa pamer, tanpa harus sibuk menjelaskan, menerangkan, apalagi membuktikan betapa kerennya hidup kita. Yang sialnya, orang lain justeru sebaliknya, sibuk pamer, menjelaskan, menerangkan dan membuktikan betapa keren hidup mereka ke kita.

Si idiot tidak peduli itu semua, dia hanya sibuk menjalani hidup sebaik mungkin, mengalir seperti aliran sungai yang jernih nan bening.

*saya tulis ulang dari film "3 Idiots"


Mendewasalah, Mbul! (2)

Daaan, ini mungkin bisa jadi salah satu jawaban

Mendewasalah, mbul!

Tibalah masa-masa dimanaaaa banyak sekali hal yang tidak boleh dipikirkan sambil lalu banget dan apalagi main-main.
Yaampuuun, kamu umurnya berapa sih mbul? Come on, mendewasalah!
Mendewasalah, mbul!


*oleh-oleh dari datang liqo pas liqonya udah bubar :(