6.22.2013

Hari Kesepuluh #2

Masih di hari Jum'at juga...
Aku ketemu sama kakak beradik, yang namanya Nuri sama Doni. Mereka memiliki nasib yang tak jauh beda dari Salna, yang beberapa hari lalu aku ceritakan. Di sebuah tempat di tengah hiruk pikuk Jogja mereka tinggal. Di sebuah kamar kos yang di dalamnya penuh diisi dengan kasur, kardus tempat pakaian, televisi, dan kompor gas. Tenang, itu semua tak jadi masalah karena dari senyuman mereka, aku tau mereka cukup menerima tinggal disana. Tak jadi masalh pula, jika pendidikan mereka agak tertinggal kemarin, tapi mereka mau berusaha mengejarnya hari ini, esok lusa, dan seterusnya. You rock girl! You rock boy!

Hari Kesepuluh #1

Jum'at! Hari penuh berkah. Hari yang bikin ati lebih adem beberapa derajat. Hari yang penuh inspirasi. Salah satunya adalah inspirasi dari perjalanan pagi-siang kemarin. Agenda kemarin adalah: jalan-jalan ke bandara naik Transjogja sama bocil-bocil PAUD. Simple memang. Tapi, apa yang terjadi?

Dududududuu... Aku dengan merasa sangat siap meluncur menuju PAUD. Sangat siap itu artinya udah rapi, udah wangi, udah sarapan, udah minum teh anget, udah pasang senyum ceria. Nyampe PAUD, nunggu beberapa lama lalu menuju ke terminal Condong Catur: nungguin Transjogja-nya dateng. Aaaak, seru sekali ini anak-anak balia pada bikin rame shalter Transjogja. Everything is under control sampe bus warna ijo ini meluncur menuju shalter Janti. Rasanya ada gejolak dalam ragaku. Rasanya ada sesuatu yang harus diperintahkan otak untuk dilakukan. Rasanya kaki ini udah pengen melangkah turun dan menghindari semua ini. Dan rasanya, ummm, baiklah, ada sesuatu yang harus aku keluarkan dari perut. Oke, aku akui, aku mabuk darat. Beneran mabuk darat ini meeeen... Duuuh, payahnya ni guru satu! --''
Eh tapi jadi legaaaaa... Udah siap deh senyum-senyum lagi dan ngegondong bocil-bocil pas liat pesawat. Hahaha...
Bersyukurnya, alhamdulillah tuu anak-anak ngga ada yang liat (atau pura-pura ngga liat yak?) dan lalu bilang "Ih, bu guru kok mabuk sih? Aku aja engga..."

Hari Kesembilan

Oh ya, baru saja aku hampir diterima di PAUD yang lokasinya ngga jauh-jauh dari kontrakan. Jadi, kemungkinan nanti bakal berkaryanya disana. Tapi tetep, masih belum pengen meninggalkan Larasatiiii...
Aku sok-sokan aja hari itu, mau nyari jalur lain yang bisa nyampe lebih cepet ke PAUD. Positifnya adalah, mungkin aku ini adalah orang yang suka mencari inovasi-inovasi solutif, mungkin. Negatifnya, kadang jiwa-jiwa ingin tau ini muncul ketika jamnya ngga tepat banget, udah mepet meen! Oh men, plis, kamu harus bisa menempatkan jiwa-jiwa keingintahuanmu itu di jam-jam yang tepat!

Hari Kedelapan

Hari Rabu! Hari yang cukup padat! Dimulai dari keluar kontrakan sekitar jam 07.45, lalu si merah harus meluncur ke Ledok Tukangan --> menemui para bocil. Oh ya, hari Rabu adalah jadwalku mengajar di PAUD Larasati. Hari itu adalah saatnya belajar sholat dan sebelumnya dikasih liat video unyu yang aku cari-cari di youtube gitu deh.
Ini linknya <http://www.youtube.com/watch?v=GM6bblMS434&list=PL151745870FB49B9A>.
Yaaah, meskipun mereka agak ga paham gitu, tapi ada lagunyaa jadi seru-seru aja deh buat mereka. :)
Habis itu saatnya panen enziiiimmmm! *panen kok panen enzim*
Bla bla bla bla bla bla bla (panjang kalo nyeritain tentang kerjaan lab).
Dan sore harinya akhirnya ketemu sohib ngelingker gueh (padahal anak-anak mikro 08 juga haha), tetep aja sih beda kalo biasanya ketemu tiap hari cuma ngakak ngikik, sekarang ketemunya dalam forum majelis ilmu. Aaaah, beneran, kita semua harus reunian di syurgaNya... Aamiin. :)

Hari Ketujuh

Alhamdulillah, hari Selasa itu akhirnya ketemu sama anak-anak yang super menyenangkan itu lagi. Laskar Larasati!!! Mereka itu bisa ngebikin ati adem dengan cara mereka. Oh ya, dan satu lagi, aku lagi nyidam banget sama jajanannya mereka, yaitu Milkuat yang lebih enak dimakan kalo membeku. Hahaha. Tapi ya, malu aja kalo mau beli di tempat yang sama dengan tempat beli jajannya anak-anak. Ga keren kan jadinya ni guru?

Hari Keenam

Banyak sekali momen spesial dalam hidup kita, termasuk salah satunya adalah ketemu sama sohib lama. Udah lamaaa pake bangeeeet kita ga ketemu. Biasa ketemu dulu juga waktu agenda pekanan doank. Kemarin ituu, akhirnya ketemu karena sebuah amanah yang harus disampaikan. Alhamdulillah...
Udah ah itu aja. Menthok!

6.19.2013

Hari Kelima

Haaah, ini kok nulisnya jadi dirapel gini sih. >,<
Hari kelima itu adalah hari ahad --hari dimana harus banyak mendatangi majelis-majelis ilmu. Dan, aku harus belajar untuk menuliskannya. Biar lebih inget dan ga langsung menguap.
Tema hari itu adalah tentang (tarararammm) keberlanjutan dakwah dan tarbiyah. Agak bingung sebenernya mau mulai dari mana, secara aku ini bukan tipikal orang yang suka nulis secara terstruktur. Haha.

Jadi, intinya, yang namanya dakwah dan tarbiyah itu adalah dua hal yang ga bisa dipisahin. Kalo Kamu udah mengazzamkan diri untuk mau terus berdakwah, ya jangan lupa untuk terus menghidupkan forum-forum tarbiyahmu. Karena, disanalah Kamu dibina, diingatkan, dan terus dikuatkan. Tapi, kalo aku sih, forum tarbiyah semacam forum liqoat itu lebih kepada 'ni lho, kamu dikasih rumah biar ketika kamu pulang ke rumah, kamu bisa ngaca dan terus diistiqomahkan'. Jangan sok-sokan deh bekerja sendirian, padahal sodara-sodarimu sangat banyak dan sangat siap menampung semua keluh kesahmu, semua ceritamu, dan semuanyaaaa...
Ada beberapa poin sebenernya terkait keberlanjutan dakwah dan tarbiyah ini.
Yang pertama, yang aku paling inget adalah kestabilan moral. Inget deh ya, kalo moralmu udah stabil, kamu mau ditaruh di lingkungan sehomogen atau seheterogen apapun, moralmu akan tetap menjadi moral robbani. Jadi, wajar aja, kalo kamu lagi jalan-jalan ke pelosok negeri yang ngeri banget, terus ketemu muslim yang tetap istiqomah dengan islamnya, percaya deh, dia adalah contoh muslim yang sudah memiliki kestabilan moral.
Yang kedua, kekokohan struktur. Wow, berat! Intinya, kalo struktur udah kuat, mau ada badai kayak apa aja (kayak sekarang) ya udah biasa aja. Kerja tetep jalan, tutur kata tetep menginspirasi, tingkah laku tetep jadi teladan, dan yang jelas ukhuwah tetep indah. Dan, yang paling penting kata sang ustadz, kebahagian jangan sampai hilang! Terus, caranya gimana sih mengokohkan struktur? Yang jelas, semua orang harus dilibatkan dalam kerja-kerja dakwah, sesederhana atau serumit apapun itu. Semua orang juga harus diajak mikir tentang tantangan-tantangan dakwah ke depan. Biar sama-sama ngerasain pahit-manis-asem-asinnya kehidupan. #tsaah #ngomongopotoiki
Yang ketiga, yak, aku lupa. Baiklah. Semoga ingat untuk menambahkan yang ketiga ini di kemudian hari.

6.16.2013

Hari Keempat

Masih tentang Mereka
----------------------------------------------

Maka adalah sebuah kenikmatan ketika dapat menuliskan lembar demi lembar cerita tentang mereka, anak-anak sahabat debu. Kaki-kaki mungil yang kotor karena debu, tangan-tangan mungil yang kotor karena debu, wajah-wajah polos yang juga kotor karena debu, dan jiwa-jiwa yang semoga masih tetap bersih. Merekalah anak-anak yang aku sebut sahabat debu, karena sehari-harinya berteman baik dengan debu atau bisa dikata jalanan.
Hari kemarin, 15 Juni 2013, adalah saat yang dinanti oleh anak-anak yang masih ingin tetap bersekolah, meskipun mengeja sekolah bagi mereka tak semudah bagi anak-anak seumuran mereka di tempat lain. Kemarin adalah saatnya mereka pentas drama, gerak lagu, menari, hingga bermain musik. Semenjak tiga bulan lalu mungkin bagi mereka adalah masa-masa menyenangkan, dimana mereka bisa berlatih seni sesuai minat mereka. Jadi, ceritanya Lembaga Pengkajian Sosial Do More ini lagi kerja sama anak-anak PKMM-nya Sanata Dharma gitu deh buat pementasan ini. Mereka latihan tiap Sabtu dan Minggu. Dan, finally, mereka tampil jugaaaa...
Anak-anak yang masih seumuran PAUD sampe SD kelas III digabung jadi satu kelompok, yaitu kelompok gerak lagu. Ada dua lagu yang mereka nyanyiin ---> Padang Bulan sama Becak. Yang udah gedean dikit jatahnya drama. Nah, ada juga dua anak yang menari gituuu... Teruuuss yang udah lebih tuaaa lagii, nyanyi ---> lagu ciptaan mereka sendiri men!

Oke, meskipun aku ga terlalu berpengaruh di komunitas itu, tapi paling ngga, aku pengen ngajak mereka bisa terus tersenyum optimis memandang masa depan mereka yang akan lebih baik nantinya!!! Dan, yang lebih pasti, aku belajar banyak dari mereka. Sangaaaat banyak. Bahwa inilah hidup.
Cerita tentang anak-anak sahabat debu semoga bisa berlanjut lagi nanti kapan-kapaaan yaaak! haha

6.14.2013

Hari Ketiga

Namanya Salna
----------------------------------------------

Salna Rafika Annisa. Gadis 13 tahun yang baru saja lulus kejar paket A ini sungguh membuatku berdecak kagum. Aku memang tidak banyak tau tentang latar belakang keluarga, masa lalu, ataupun kehidupannya sehari-hari. Yang aku tau bahwa dia adalah gadis yang memiliki binar mata meneduhkan. Entahlah, matanya begitu bening, tanda ketulusan dalam menerima setiap kejadian. Yang aku tau bahwa dia adalah gadis lembut --bertingkahlaku penuh kelembutan. Yang aku tau bahwa bahwa dia adalah gadis yang dapat tertawa renyah di tengah kesulitan yang dihadapi. 
Dan, hal terakhir yang membuatku semakin ingin berbagi banyak hal dengannya adalah semangat belajarnya begitu mengagumkan. Jadi, setelah selesai kejar paket A (setingkat SD) ini, dia akan melanjutkan SMP dan kewajibannya sekarang adalah mengejar ketinggalan pelajaran-pelajaran SD. Demikianlah, semangatnya begitu menggebu dalam belajar di tengah semangat teman-teman senasib dengannya yang sudah mulai kendur. Ah, Salnaaaa... You're so amazing girl!

Oh, ya, tadi ketika jadwal belajar, dia menuliskan bahwa dia punya cita-cita menjadi koki. Semoga terwujud suatu nanti adek cantiiik :)

6.13.2013

Hari Kedua

Baiklah, mari kita terus bersemangat menulis!
Ini adalah hari kedua program #28HariMenulis.

Di tulisan hari kedua ini, aku mau banyak cerita. Penting ngga penting. Hahaha. Pertama, tentang kacamataku yang akhirnya aku beliin frame baru dan murah. Tujuh-puluh-lima-ribu-rupiah. Padahal sebelum beli kacamata dikasih duit sama tante seratus-ribu-rupiah. Eh surplus deeh... :)
Kedua, tentang sore kemarin yang sangat penuh pelajaran. Jadi, ceritanya kemarin ada jadwal ngelingker sama anak-anak mikro '08, tapi gegeara pada tetiba ga bisa, ya udah deh aku janjian aja sama mbaknya. Si mbak cantik itu mau ngasih undangan nikah. *wow* Karena aku penasaran sama ceritanya mbaknya, , inilah saatnya 'nanggap'. Hahaha. Dan ceritanya mbaknya itu so sweet sekaliiiih sodaraaah.... :)
Satu pelajaran yang aku dapet bahwa kalo kamu mau menuju sesuatu yang dipenuhi keberkahan, jangan menyisakan celah untuk sesuatu yang tidak diridloi oleh Allah. Itu prinsip! Oke?
Ketiga, tentang anak yang namanya Azzam. Dia itu adalah salah satu anak di PAUD Tsabita yang lokasinya ga jauh dari kontrakan. Sekitar sejaman aku berinteraksi sama bocil satu ini. Ternyata, dia itu nangis mulu 2 minggu ini kalo ke sekolah. Intinya "mau pulaaaaang". haha. Emang susaaah banget dialihkan deh perhatiannya.

*bersambung*
*leptop lagi lemot

Hari Pertama (2)


Ini tulisan udah agak lama sebenernya dan harusnya diposting kemarin di hari pertama, tapi berhubung kemarin ga bisa onlen malem, jadi deh baru diposting sekarang. 
Semangat #28HariMenulis #Resolusi28Hari !!!

Jogja, Lewat Tengah Malam

Angin segar sudah mulai berhembus menggantikan polusi yang menyesakkan itu. Udara kembali jernih sebagaimana seharusnya. Lampu-lampu kota tampak wajah aslinya—benar-benar merebut kembali tahtanya dari lampu-lampu kendaraan. Tetokoan sudah banyak yang memilih untuk tutup dan menyisakan beberapa kedai-kedai kopi, burjo, dan beberapa pusat oleh-oleh. Inilah Jogja, di lewat tengah malamnya.
Jogja saat setengah malam telah berlalu ternyata masih menyimpan cerita. Adalah cerita di balik tetokoan yang telah tutup. Laki-laki maupun wanita paruh baya, kakek nenek usia lanjut, remaja,  bahkan anak-anak banyak yang memilih untuk beristirahat di emperan-emperan toko, bukan karena salah memilih tempat istirahat tapi karena mereka tidak punya pilihan lain. Di emperan tetokoan itu pun bahkan masih banyak orang-orang yang menjajakan nasi demi sesuap nasi. Asap-asap sisa memasak bakmi jawa juga masih ‘enak dicium’ ketika didekati.  Jogja, di lewat tengah malamnya, di emperan tetokoannya, ternyata masih ada nafas-nafas berhembus—tanda hidup memang tak selalu dilalui di waktu cahaya masih benderang.  
Udara dingin di lewat tengah malam tak akan diragukan lagi. Jika kita berjalan menantang dingin tanpa jaket atau pakaian hangat lainnya, kita mungkin akan merasakan bahwa dingin begitu menusuk tulang. Di udara sedingin ini, di jalanan yang hanya diterangi lampu-lampu kuning perkotaan, di saat banyak orang terlelap, masih saja ada mereka yang berjalan kaki—entah mau kemana—menyusuri jalan-jalan kota Jogja. Tengoklah sebentar Jalan Parangtritis, Jalan Malioboro, Jalan Mataram, jalanan di sekitar Lempuyangan, hingga Jalan Kaliurang, ketika lewat tengah malam, maka akan banyak kita temui kaki-kaki yang masih sanggup berjalan di saat kaki-kaki lain memilih untuk bersantai ria di atas ranjang.
Siapa pemilik kaki-kaki itu? Sebagian adalah milik bapak atau (bahkan) ibu paruh baya dengan membawa tas gendong di lengan kanannya—seperti sedang mencari sebuah tempat di kota ini. Sebagian lain adalah milik kakek atau (bahkan) nenek yang masih asyik mengayun sepeda tuanya, kadang dengan barang bawaan di kanan kiri sepeda. Dan sebagian lain adalah milik anak-anak remaja dengan kaos hitam-hitam, tas gendong diturunkan sampai di bawah pantat, telefon genggam dibawa di tangan kanan dan (kadang) rokok di tangan kiri, sebagian ada yang rambutnya dicat warna-warna norak atau diberi jambul—agar gaul, menurut mereka mungkin. Mereka sering disebut anak-anak punk.

6.12.2013

Hari Pertama (1)

Dimulai hari ini, mari kita melakukan resolusi dalam semua hal dan mari merajinkan diri untuk menulis dengan mengikuti program #28HariMenulis dan #Resolusi28Hari. Kenapa 28 hari?
Pertama, 28 hari menuju Ramadhan, bulan yang dinanti-nanti. Artinya, bulan sya'ban, bulan dimana amal-amal kita dilaporkan kepada Yang Maha Kuasa. 
Kedua, 28 hari lagi semua urusan penelitian harus udah beres!!!
Ketiga, 28 hari lagi, juz 30 harus udah tuntasss!!!

Taujih dari Ust. Maulana di trans tv tadi pagi, sebelum Ramadhan, kita harus mensucikan diri sesuci-sucinya. Jadi, kita menyambut ramadhan dalam keadaan siap sesiap-siapnya.

Bocil-Bocil Bahagia #3

Tarararaaaam...
Sekarang aku punya kebiasaan baru di sela penantian kerjaan lab selanjutnya. Yaitu cerita tentang bocil-bocil inspiratif di PAUD Larasati. Yeah!
Jadi, bocil-bocil itu sekarang juga punya kebiasaan baru ketika mendekati jam istirahat (jam 9 theng), yaitu mengajak aku main petak umpet. Pokoknya bakalan ditungguin di luar kelas, baru mereka memulai permainan. Kalo belum keluar-keluar, ditarik-tarik terus ampe mau keluar. Ah, itu semua bikin terharu banget...
Ada lagi kebiasaan baru si Aldy nii, ngegelitikin kakiku. Wah ni anak cepet tau banget kelemahanku. Hahaha. Ini udah bukan berasa guru lagi, tapi berasa 'konco dolan'. Gapapa, yang penting mereka semua sama-sama hepi pada masanya.
Ohya, aku mendapat jatah mengajar setiap Rabu, jadi berhubung aku bingung bagaimana menghabiskan waktu yang kurang lebih satu jam, biasanya aku mulai dengan mengajak mereka senam sehat gembira. Habis itu, baru deh belajar... #okesip
Bukan mereka doank yang berkeringat, gurunya bahkan jauh lebih berkeringat. Hahaha. XD

6.11.2013

Tualang-Jono Terbakar

ini bukan tentang piala
bukan juga tentang lencana
ini bukan tentang jadi juara

aku hanya seseorang
ingin bertualang
memandang dunia
dari sudut yang berbeda

pernah kau berlari, mengejar mimpi malam tadi?
terasa sangat singkat
berlalu dengan cepat
mereka takkan mendekat
Pernah kau panjati, tebing keras batuan cadas?
kiloan harga diri
melawan gravitasi
coba gapai luar galaksi
pernah kau selami, lautan bermandikan cairan?
hingga tak ada beban
semua terasa ringan
hanyalah tersisa pikiran
pernah kau mendaki, sekian lama berhari-hari?
puncak jadi teka-teki
mencari jati diri
terlalu banyak misteri
pernah kau masuki, lubang tanah yang merekah?
takkan pernah terkira
disana ada dunia
yang selalu kita injak dengan sombongnya
pernah kau datangi, suatu tempat yang tak pasti?
mencari bidadari
yang akan menemani
dentang waktu yang tersisa
pernah kau merasa, bahwa kau bukan apa-apa?
kita manusia nyata
dalam dunia maya
ya begini jadinya
pernah kau arungi, air yang mengalir?
muncul sebuah tanya
apa bisa lewatinya
dengan diri yang berdosa
ini bukan tentang piala
bukan juga tentang lencana
ini bukan tentang jadi juara

aku hanya seseorang
ingin bertualang
memandang dunia
dari sudut yang berbeda

Ayo Mbul!

Ayoo mbuuul, sebentar lagi ramadhan yang dinanti akan datang... Jangan santai-santai, jangan sok seloo, jangan ngeluh terusss, jangan sok udah banyak berbuat baik, jangan sok-sokan deeeh... Terus berdo'a sama Allah biar dipertemukan dengan ramadhan tahun ini. Persiapkan sebaik-baiknya! Persiapkan sebaik-baiknya! Persiapan sebaik-baiknya! :o

6.08.2013

Yang Harus Dijaga itu Bernama Prinsip

Orang berprinsip itu oke. Tapi orang berprinsip yang dapat menghargai prinsip orang lain (tanpa mengolok-olok) itu jauh lebih oke.
 Tak akan ada kata dilema jika kita mempunyai prinsip. Sederhana saja, ketika semisal aku diajak jabat tangan sama  lawan jenis bukan muhrim, maka tak perlu ada keraguan untuk menolaknya. Sederhana saja, ketika diajak karaokean dan disana ada cowok-cowok juga, maka harus tegas bilang enggak kalau perlu dengan alasannya. Sederhana saja, ketika mau ke gunung atau jalan-jalan kemanapun dan disarankan untuk pake celana aja, ya ga usah bingung untuk jawab "pake rok juga bisa tauk!" -misalnya.
 Sesederhana itulah, cara kita menjaga prinsip demi prinsip yang kita yakini itu sebagai cara kita untuk meraih ridlo-Nya. Mungkin iya, satu tahun dua tahun lalu, mempertahankan prinsip-prinsip sederhana itu masih sangat sulit sekali. Itu dulu, ketika aku baru saja tertarbiyah atau baru belajar sedikit-sedikit dari sana-sini. Tapi, ketika usia tarbiyah sudah tidak seumuran jagung lagi, masih bisakah mentoleransi prinsip-prinsip sederhana yang memang seharusnya dijaga rapi?


----------------------------------------------------------------
Ceritanya, akhir-akhir ini lebih sering ngumpulnya sama komunitas yang super heterogen, yang mungkin belum banyak yang memahami tentang berbagai prinsip sederhana yang seharusnya dijaga oleh muslimah. Ah iya, itulah kenapa aku butuh berkumpul bersama mereka-mereka yang berwajah terang, yang selalu mengingatkan bahwa ketika adzan berkumandang maka aku harus segera beranjak, yang tak henti-hentinya melantunkan ayat-ayat cinta. Tapi inilah ujian naik kelas! Jadi, jangan pernah berhenti memohon perlindungan kepada Allah untuk terus dikuatkan!

Apapun

Setiap cerita apapun, sedih-senang, keren-biasa aja, bikin adem-bikin panas, apapun itu, jika memang tak perlu diceritakan kepada siapapun, maka cukuplah menjadi cerita untuk langit. Langit yang tak pernah bosan mendengarkan ceritamu.

6.07.2013

Bocil-Bocil Bahagia #2

Ahhh, ini dari kemarin ga jadi-jadi centrifuge gegara masalah teknis. Dan juga lagi males ngedengerin laboran. Haha #nakal
Yaudah deh, lanjut aja nulis tentang Bocil-Bocil Bahagia.
Setelah Aldy, Wanda, Tanaya, sama Athar, masih banyak anak-anak spesial yang lain.

Namanya Andika. Jadi, di hari kedua aku ngajar di Larasati ini, mereka main bola bareng, gurunya cuma ngeliatin doank. Ya, sesekali ngikut lah, tapi lebih sering enggaknya. Nah, pas mereka main bareng, si Andika nii berhasil ngegolin beberapa kali. Dan, setelah hari itu, doi jadi seriiiiing banget 'menceritakan kembali' kisah perjuangannya memasukkan bola ke gawang yang sebenernya ga ada tiang atau pembatas apapun.
"Bu, aku wingi isoh ngegolke to Bu... Nganggo tendangan garuda yo Bu?" katanya sambil mata berbinar-binar. Sering sekali dia mengatakan itu ketika aku dekati di kelas. Hahaha

Selanjutnya Kansa. Ah, tapi ni bocah udah ga masuk 2 minggu ini. Anaknya lucuuuu banget. Gendut, tembem, rambutnya kayak cowok, cuek banget, dan tanpa ekspresi. Dia ini ngingetin aku sama ponakannya mba sohib Titin. Jalannya itu lhooo, ngegemesin pake bangeeet.

Ada lagi ni, namanya Rendra. Adeknya nii lengket banget sama yang nganterin. Udah banyak deh yang nganterin. Mulai dari ibunya, neneknya, sampe nenek dari ibunya (simbah buyut gitu). Dia itu sebenernya ceriaaaa banget, tapi ya gitu lebih agak gampang nangis dibanding temen-temennya yang lain. Tapi giliran lagi klop sama temennya yaa asyik banget...

to be continued :)

6.05.2013

Bocil-Bocil Bahagia #1

Okeee, aku harus menceritakan tentang murid-muridku di PAUD Larasati ini. Biar, ntar pas aku udah tua, aku bisa inget senyuman mereka lagi satu-satu.

Dimulai dari Aldy. Dia ini bocah paling ngegemesin disini. Wajah yang selalu berbinar-binar, mata bulat, rambut diberi jambul (kayak si kipli), dan ga pernah kehilangan senyuman. Sukaaaa banget waktu dia manggil "Bu guruuu, bu guruuuu" atau waktu naik ke punggung secara diam-diam atau waktu ngitung bros flanel bentuk bungaku atu waktu nangis. Ni anak kalau udah nangis, lamaaaa banget berhentinya. Alasannya sih sederhana, dikeplak temennya, dijiwit temennya, atau terlambat masuk ke kelas --> moodnya langsung ilang pake banget. Teruusss, dia itu semangatnya minta ampun. Syemangat biaaaaanget. Syenyumnya juga dahsyat biaaaanget. *maap, alay* Hari ini ni, gegara naluri anak-anakku akhirnya keluar, aku ikutan aja mereka main petak umpet, giliran aku ikut siapapun yang kalah pas hompimpah tetep aja aku yang jadi. Hahaha :p Baiklah, mari kita sematkan predikat bocil bahagia pertama untuk Aldy. *prok prok prok*

Yang kedua adalah Wanda. Bocil yang juga sukaaa banget senyum... Apa dikit senyum, apa dikit senyum, sedikit-sedikit senyum. Ah, hidupnya emank dipenuhi senyuman dah. Kalo dia itu orang gedhe, mungkin dia itu orang gedhe paling selooo gitu. Hahaha

Lanjuuuut. Yang ketiga adalah Athar. Bocah ini sangat mencuri perhatianku. Dia itu kaleeeeem bangeeeeet. Mungiiiil bangeeeeet... Dan fakta kesekian yang aku dapatkan hari ini adalah dia itu kedal. Waktu menggambar, pun juga pake tangan kiri. Pelan-pelaaaan bangeeet ngegambarnya. So lovable bocil dah dia ini. Besok bakal jadi orang pinter ni pasti!

Keempat. Tanaya. Bocil satu ini ngegemesinnya tingkat dewa. Mungil, kecil, unyu, rambutnya kriwil, dan usil. Maksudnya usil itu, dia tuu cuek banget sama sekeliling tapi giliran nimbrung ya nimbruuung banget. Apalagi kalo giliran niruin temen-temennya. Misalnya ni lagi doa, the genk wanda-ayu-tanaya itu seriiing banget cuma baca akhirnya aja. haha.

bersambung dulu ah, mau ngabisin sisa PMT (pemberian makanan tambahan) tadi pagi. Wakakaka XD