11.30.2013

Menikmati Solo (part 2)

Perjalanan tidak melulu harus dilakukan ke gunung, pantai, bukit, atau apapun yang berbau alam. Salah satu perjalanan manusia untuk menikmati hikmah dari manusia-manusia lain adalah perjalanan  ke kota. Dan, menikmati kota akan lengkap jika dapat menikmati lampu-lampu dan angin malamnya yang sederhana.
Baiklah, mari kita melanjutkan cerita tentang dua anak manusia yang mencoba menikmati kota dengan detail keindahan dan kesederhanaannya. (haha, ini lebay bingits)

Jadi, cerita sebelum ini (http://rarasmulats.blogspot.com/2013/11/menikmati-solo-part-1.html) berhenti sampai kita menikmati jadah bakar yang super muraah. Setelahnya, kita meluncuuur menuju sebuah perhelatan di kota Solo berjudul Soloraya Creative Expo. Acara ini dilaksanain di benteng Vestenburg, lokasinya di daerah gladak (depan Bank Indonesia). Jujur aja, baru kali ini aku (yang notabene udah sekolah SMA di Solo selama dua tahun belum pernah kesini, tiap hari cuma numpang lewat, padahal jaraknya naik becak paling cuma 7 menit, hahaha) bakal bener-bener mau masuk ke dalamnya. 
Acaranya pecaaaaaah! XD

di gerbang masuk (semua dari bambu meeen)

setelah masuk gerbang masuk dan di dalam benteng
Kata bapak sih, dulu ekonomi kota Solo maju karena tanaman bernama tembakau ini. Untuk rokok kah? I think so. Waktu pertama masuk tuu, kayak dimanaa gitu, semacam menemukan dua buah gubug bernama TOBACCO. Well yeah, kita lumayan puas bisa foto-foto disini. :)
itu fotonya berisi patung-patung mini yang dibikin sendiri oleh sang seniman (ini paling keren menurutku)
numpang narsis yeee... 
di samping stand Solopos
pertunjukan seni, di luar gubug (penonton tepuk tangannya diganti dengan mukul-mukul bambu lhoh)
tempat buat nongkrongnya, uwoooh asiiik bingit
topeng-topeng
ngileeeer, tapi kok lilin


ini dia, benteng vestenburg yang lagi direnovasi disana sini (berasa dimana gituuu)

Yang paling asyik berada di acara kreatif pecah kayak gini itu, adalah bisa dapet foto-foto ga biasa. Soalnya, ekspektasiku tentang acara ini sebelumnya tidak akan sekeren yang kita temui (yaaah, paling-paling cuma kayak pameran komputer). Eh ternyata, kereenn... Dan, aku bilang sih, dekorasi acaranya itu banyak yang dibuat sendiri oleh tangan-tangan kreatif Soloraya. Termasuk anugrah bukan tangan-tangan kreatif itu? Of course yeah! 


11.27.2013

Menikmati Solo (part 1)

Ian, yang sering memanggilku kecuut, pernah bilang, "Cut, ntar kalo kamu pulang, aku diajakin siih. Pengen ngerasain soto tempe bosok yang pernah Kamu ceritain".
Daaan, setelah beberapa kali kepulanganku doi ngga jadi ikut, weekend kemarin akhirnya bisa capcus juga. Awalnya sih mikir, bakal krik-krik ngga yaa jalan-jalan cuma berdua? :p Kita lihat nanti...

Jam 14.30, kita akhirnya meluncur menuju Solo. Perjalanan dilakukan menggunakan motornya si Ian mengingat dia akan lebih sering di depan dibanding aku. Hahaha. XD Perjalanan berangkat ini dilakukan dengan cara menyusuri selokan mataram yang ke arah prambanan--katanya siih, itu jalur yang sering dilewati Ian dari dulu ampe sekarang.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 16.40, nyampe Solo dengan selamat. Karena tadi belum sholat ashar, kita mampir dulu di masjid Kalithan, masjid favorit warga Solo karena keteduhan dan nilai sejarahnya. Katanya sih, masjid ini adalah masjid yang dibangun oleh keluarga pak Harto, yang rumahnya deketan sama masjid.
Karena penasaran, kami pun masuk.
di depan pendopo Dalem Kalithan Solo

di pendopo
di pendopo
di dalem rumahnya
  
Oh iya, lupa, sebelum masuk, Ian sempet aku ajakin beli sate kere. Niatnya sih, sambil nungguin sate kerenya selesai dibakar, mau foto-foto bentar di depan pendopo Kalithan. Eh ternyata, malah di-guide-in sama bapak-bapak yang nunggu. Naah, habis puas foto-foto dan menikmati nuansa berbeda di dalam Ndalem Kalithan, kita pun keluar dan langsung menuju si ibu penjual sate kere (sate tempe gembus plus kikil sapi).
Pesanan kita udah jadiii... Sate gembus seharga Rp 500,00/tusuk dan sate kikil seharga Rp 1.000,00/tusuk. Murahnyaaa pecaaah kaaan? :3
  

Ituuu enaaaak lhooo! Dan adzan maghrib-pun berkumandang. Aku ijin ke Ian buat sholat maghrib dulu sebelum lanjut ke tempat selanjutnya. Sambil nungguin aku sholat, Ian nunggu di luar masjid dan menemukan sesuatu yang juga pecaaah!
Jadah bakar ini ngga kalah lho sama jadah bakar yang dijual di angkringan-angkringan, bahkan menurutku teksturnya lebih lembut dan rasanya lebih gurih. Dan yang istimewa, waktu sholat jama'ah maghrib dilaksanain, ternyata si bapak juga ikut sholat dan meninggalkan gerobak jadahnya yang kece. 

jadah bakar (Rp 1.000,00)

jadah bakar rasa coklat (harga sama)
Yaaak, uang baru keluar Rp 4.000,00 untuk sate kere (sate gembus 2, sate kikil 1) dan jadah bakar (rasa plain 1, rasa coklat 1). Yeeeaaaah... Seumur-umur sholat di Kalithan, kayaknya baru sekali ini ngerasain jadah bakar dan sate kerenya. 

bersambuuung :)

Surat untuk Si Cinta Buta

Hai cinta buta, apa kabar?
Sekitar satu pekan kemarin, selama tujuh puluh dua jam, tiap enam jam aku berkencan denganmu cinta buta-ku, si gram negatif, si amilolitik, si produsen PHB, si entah siapa namanya. Akhirnya, kita hampir sampai di terminal pemberhentian terakhir jalur yang selama ini kita lalui bersama. Dari kemarin, yang kita pikir itu adalah terminal ternyata hanya halte. Hanya mampir sebentar dan lalu berjalan lagi menuju terminal yang entah mana ujungnya. Semoga kita tidak salah lagi ya cinta buta! 

Oh ya, kamu tau, aku mulai hafal aromamu, yang ummm tidak enak. Aku mulai hafal warna yang kamu hasilkan setelah beberapa jam bermain-main dengan gojogan. Aku mulai hafal bagaimana membuatmu tidak didatangi si tamu tanpa undangan, para jamur nakal itu. Aku mulai menyukai bau centrifuge tempatmu harus berpisah dengan tempat bermainmu (diam-diam, aku suka mencium aroma centrifuge dalam-dalam ketika pertama kali dibuka). Aku bahkan menikmati masa-masa membuatkanmu makanan, yang harus sehat harus bergizi dan harus 'bersih'. 

Meskipun aku mulai mengenalmu lebih dalam, aku sangat-sangat tidak ingin berlama-lama denganmu. Sesegera mungkin, aku ingin meninggalkanmu dengan senyum mengembang. Menempatkanmu pada tempat paling nyaman buatmu agar tak banyak musuh yang datang dan suatu hari aku menengokmu kamu tetap baik-baik saja. 

Mari kita selesaikan wahai cinta buta! 


Salam sayang dari sudut kampus yang mulai diisi wajah-wajah tak kukenal,

Gembul.

Dari Mana Harus Memulai Cerita?

Rasa-rasannya sudah sangat banyak yang ingin aku ceritakan disini. Tentang aktivitas tiap enam jam selama tujuh puluh dua jam, tentang perjalanan dua hari satu malam bersama Ian ke Solo, tentang anak-anak Tsabita yang makin banyak cerita, tentang kejutan-kejutan indah dari Allah, tentang Nuri yang udah lamaaa banget ngga sekolah, tentang anak-anak kandang macan yang (ah no comment), tentang milad bapak, tentang pelajaran berharga dari kelahiran anak kedua Bu Nur, tentang sohib sekaligus saudara yang jarang banget ketemu dan akhirnya ketemu, tentang adek-adek mentoring yang gegara kenakalanku lama banget ngga kumpul, dan tentang-tentang yang lain.

So, dari mana aku harus memulai?

11.16.2013

Suroloyo, 10 November Kemaren.






 

 

 

Akhirnyaaaa, kesampean juga nii mengunjungi Suroloyoooo... 
Kata anak-anak, buat pemanasan sebelum ke merbabu.
Dan ternyata, cuma nyampe sini aja ngos-ngosannya udaah entahlah banget. Hahaha

Promise Me, Baby!


What a inspiring smile, inspiring laugh, inspiring word they have! :)
I'm so thankful having all of you in this time, baby...
But time always run, run, and run.
If you've arrive in some place you wanna go, just smile like this.
Just smile like this way--when you are a child and you only know about a simple world.
Okay baby?
Promise me that you'll always have simple smile, simple laugh, simple word like this.
And everything'll become so simple...

11.12.2013

LUNA

Oh ya mumpung lagi bisa onlen di kontrakan, pake kartu perdana seharga dua ribu rupiah, harus dipuas-puasin nulis di blog.

Ada satu anak di Tsabita yang membuatku sering ngerasa terharu sekaligus bangga ngeliatnya. Namanya Luna. Sabiluna Kamila. Tadi itu, ah ga tau kenapa selepas tidur siang, Luna keliatan lemes. Anak perempuan istimewa yang belum genap 6 tahun ini ga kayak biasanya yang super ceria. Masih mau senyum dan ketawa siih setelah mandi sore. Dan setelah aku bantu bersiap, dia tiba-tiba (tanpa berkata-kata) memelukku. Aih, paling ga suka liat Luna sedih.
Mungkin karena cuaca mendung, ga enak badan, pilek, dan mungkin-mungkin yang lain.
Aaaaah, tapi namanya anak-anak, sebentar saja, mood booster alamiahnya langsung bekerja. Dia pun ketawa lagi ngeliat temen-temen lain masih ceria. Tapi lagi, giliran nunggu jemputan dan diajakin belajar iqro', dia 'ogah-ogahan' banget. Tiba-tiba lagi, dia berhambur ke arahku, semacam meminta dipeluk.
Lunaaa, lekaslah sehat, lekaslah tersenyum, lekaslah tertawa, lekaslah ceriaaaaa...
Nanti kalo udah gedhe insyaAllah bakal jadi orang yang banyak menebar manfaat untuk ummat ya naaak... :)

Sebut Saja Perahu Kertas

Foto: "bikin kapang bu duyuu.."
Salah satu moment yang ditunggu waktu hujan di Tsabita adalah moment bikin kapal-kapalan kayak gini. Dan, pertama kalinya dikerjain bareng Latief! :)

Anak Sholih, Siap!

Yang harus kamu pahami bahwa mendidik itu bukan hanya membuat mereka tersenyum bahagia, tapi juga bagaimana mereka semakin mengenal Allah, Rasulullah, islam, benar salah, baik buruk, hingga dunia seisinya.

Aaaaak, harus belajar lagi, belajar terus, dan selaluuuu belajaaar...
Kamu pasti bisa selalu membuat mereka tersenyum bahagia sambil mengendapkan di hati-hati mereka betapa indahnya mencintai Allah dengan menjadi anak sholih, yang berbadan sehat, berjiwa kuat, berhati bersih, dan cerdas.

Kamu pasti bisa buk wawas, ibuk duyu, bu guwu, bu gulu, buk yayas, bu raraaas!!!

10.31.2013

The Most Dramatic Moment!

Tadi itu, the most dramatic moment i've ever seen semenjak di Tsabita ini. Jam 9.30-an, jam dimana anak-anak udah do'a pagi, udah toilet training, udah sholat, udah maem snack, dan jam segitu adalah jam istirahat. Maen di luar ruangan. Awalnya kondisi masih aman terkendali bahagia sejahtera. Tetiba ada anak yang nangis. Ternyata Haidar yang nangis...

Aku : Siapa hayo yang nangis. (*sambil berjalan dari ruangan*)
Aisy : Haidar Bu Guruuuu...
Aku : Kenapa mbaaa?
Aisy : Kejedog ayunan...
Aku : Ya udah sini naak, gapapa yaaa, mas haidar kan kuat. (*sambil ngeneng-ngeneng*).

*anak-anak lalu pergi meninggalkanku bersama haidar yang masih sesenggukan.

Tetiba... Ada suara tangis lagi tak jauh dari tempatku menenangkan bocah 2 tahun itu. Anak-anak udah sering kayak gitu, main lalalala kesana kemari, kenapa dikit tetiba ada yang nangis. Aku masih berpikir Oh paling ribut biasa. Sejurus kemudian...

Luna : Bu guruuuu, yogi berdarah... (*sambil berlari dan wajah super panik*)
Aku : Kenapa mbaaa?
Luna dan beberapa anak lain : Berdarah, jatoooh...

Dari dalam masjid, Yogi berjalan sambil menangis, baju berlumuran darah, dan bahkan darah masih mengucur dari mulutnya.

Panik banget dan rasanyaaaa pengen ikutan nangis.
Setelah semua usaha kita lakukan untuk menghentikan darah yang mengucur itu, alhamdulillah darahnya berhenti ngucur. Tapi, Yoginya masih nangisss... Wainiiiii, PR selanjutnya... Berkali-kali dia menyebut ibunya, minta ditelponin. Sengaja, kita tunggu sampe jam 11 (jam jemput), yang tinggal sejam lagi.
Akhirnya pelajaran jam itu diganti dengan dongeng dan nonton film. Waktu masih ngedengerin dongeng, si doi masih aja nangis. Eh, giliran nonton film, tetiba dia manggil, "Bu Guru, dek, dek alya tak tak takpangku.".

Aaaah, Yogi yang ceria sudah kembaliiii... XD

Segala Cara yang Indah

Aku sungguh menyesal karena aku tidak ingat bagaimana rasanya ditidurkan oleh ibuk saat masih belum bisa berjalan hingga belajar merangkak atau bahkan sudah bisa berjalan. Betapa indah diceritakan banyak hal, dielus-elus kepala, dipuk-puk punggung, dikipas-kipas, dinyanyikan lagu-lagu anak-anak jaman itu, hingga digendong sambil digoyang-goyang.
Ah benar, aku baru menyadarinya tadi, betapa setiap moment dalam menidurkan anak itu selalu menyenangkan. Pun juga melihat seorang anak mulai tertidur hingga ia tertidur pulas. Dan ketika di tengah pulas-pulasnya tidur, ia membuka mata, dan ibu dengan sigap menidurkan anaknya lagi dengan 'segala cara yang indah'. Aku menyesal, karena aku tak ingat itu semua. Jika aku mengingatnya, aku pasti ingin mengulanginya lagi. Merasakan semua cinta, semua belaian indah, semuaaaaanyaaaaa....

Aku sungguh menyesal karena aku tidak ingat bagaimana dulu aku tidak mau makan dan ibuk selalu mencoba 'segala cara yang indah' agar aku mau makan. Betapa indah makan sambil diceritakan banyak hal, diajak liat pesawat yang mau mendarat di gua mulut, diajak jalan jalan, atau diris-iriskan lauk pauk sampai jadi kecil-kecil hingga aku tak harus mengunyah lebih lama.
Dan benar, aku baru menyadarinya tadi, betapa setiap moment dalam menyuapi anak itu selalu menyenangkan. Aku sungguh menyesal karena aku tidak ingat ekspresi ibuk ketika pada akhirnya berhasil menyuapiku hingga selesai. Pasti hanya ada ekspresi bahagia di wajah cantiknya.

Aku sungguh menyesal karena aku tidak ingat bagaimana dulu aku diajari untuk tidak memukul, tidak merebut barang yang bukan milikku, tidak berkata kasar, tidak pelit, tidak membuang makanan, tidak suka menangis, dan tidak-tidak yang lain. Aku yakin, sangaaaaat banyak pelajaran yang diberikan ibuk kepadaku bahkan ketika aku belum bisa apa-apa.
Aku pun baru menyadarinya tadi, bahwa setiap menit yang dilalui anak itu adalah pelajaran berharga.


Lalu, bagaimana aku harus berterimakasih kepadamu wahai Ibu terbaik seluruh dunia?


10.30.2013

Pohon dan Sebuah Tempat Impian


Pengen deh rasanya, nemuin tempat semacam itu. Ada pohon rindang gedhe banget di tengah padang rumput yang hijaaauuuu bangeeeet. Anginnya semiliiir, sampe aku bisa ketiduran waktu sandaran di batang pohonnya. Terus, pas bangun, udah ada orang-orang tercinta tersenyum di depan mata... XD

'The Saran JK' still exist yeah? :p


Yang difoto itu adalah Mba Suci (kiri atas), Mba Ninda (tengah atas), Mba Asstri (kanan atas), Dek Ayu (kiri bawah), truss aku (kanan bawah). Duluuuu bangeeet, kita tergabung dalam sebuah geng bernama The Saran JK. Begini kronologinya, SARAN ituuu singkatan dari huruf awal nama-nama kita, nah JK itu karena kita ini anak-anak yang tinggal di sebuah perumahan di gang antara Blok J dan Blok K. Kereeen kaaan?
Yang pengen aku catat disini adalah, bahwa salah satu diantara kita akhirnya menikaaaaah. Menikaaaah meeeen... Artinya, udah ngga lajang, udah jadi istri seseorang, udah bakal jadi ibu-ibu yang ikut arisan PKK, dasawisma, dan semacamnya. Hahahaha. XD
Padahaaaal, saat foto itu diambil sekitar 13tahunan yang lalu, kita masih bocaah banget. Masih maen pasaran, adik-adikan, bongkar pasang, barbie, monopoli, bekelan, halma, dodol-dodolan, bal-balan, uding, lompat tali, jamuran, betengan, gobag sodor, dan segala rupa permainan masa lalu yang super duper menyenangkan.

Padahaaaaal, 13 tahunan yang lalu itu, setiap 17 agustusan, kita sering tampil jadi semacam girlband gituuuu di panggung (haha, kalo ini lebay, cuma gerak dan lagu aja kok). Lagunya mulai dari jaman Australia negeri woll katanya sampe pas udah gedhean jadi up town girl. Aduh, semacam gaul yah kita? Wakakakaka... Gaul opo, wong karo kucing we wedi? *eh itu sensor*

Padahaaaaal, 13 tahunan yang lalu, kita masih punya markas tempat kita masak-masak (mulai dari keong sawah sampe karak gosong), main adik-adikan (jaman dulu putri-putrian yang pake macam tenaga-tenaga dalam gitu lhoh), daaan nyalain long blumbung. Markas kita ituu padahal cuma sebuah rumah kosong yang udah agak lama ditinggal penghuninya.

Padahaaaaaal, 13 tahunan yang lalu, kita masih 'niat banget' bikin kegiatan keren berjudul Baca Buku Bersama tiap malem minggu. Waktu itu, bahkan kita rela-relanya nyari buku-buku bekas punya mbak-mbak, mulai dari komik doraemon sampe majalah bobo dan majalah apa gituuu namanya lupa... Truuus, kita bikin tiket masuk buat syarat masuk yang harus dibeli seharga Rp 300,00 dan bahkan bikin publikasi yang ditempel di tiang-tiang. Yaampuuuun, kita sosweet yaah? Hahaha



Sekaraaaang, finally, di tanggal 24 Oktober 2013 kemarin, Mba Asstri telah mengakhiri masa lajangnya. Do'a-do'a terbaik selalu dilantunkan untukmuuuu.... Semoga menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warahmah yaa mbaaa.... *kecup kecup kecup* :)


*Well, tulisan ini ditulis untuk mencatat peristiwa penting dalam kehidupan kita. Dan, meskipun badan jarang ketemu, hati tetap terikat lewat keheningan do'a untuk orang-orang kesayangan. Oh ya, selain itu juga, biar nanti kalo kita semua udah punya 'keluarga baru' kita bisa menceritakan secara detail masa-masa menyenangkan yang kita punya itu.
**Oh, ya, ntar anak-anak kita dikomporin yaa buat bikin The Saran JK Junior. Hahahaha.... XD

10.27.2013

Untitled

Dia masih saja duduk termangu di balik jendela. Menunggui hujan yang tak kunjung datang. Lima menit, sepuluh menit, satu jam, dua jam, alih-alih hujan datang, mendung masih saja menggantung. Abu-abu. Angin terus berdesir lirih, seolah menceritakan kesedihan di luar sana. Dan dia, masih termangu di tempat yang sama. Sedang hujan masih tak kunjung datang dan bosannya tak kunjung pergi.

Mba Fe.

Tadi, waktu buka-buka kronologi facebook jaman-jaman tahun 2009, nemuin salah satu komennya mba Fe di statusku. Ya Allah, berikanlah tempat terbaik untuk mba Fe di sisi-Mu....
Ah, iya, aku memang baru sebentar mengenal sosok manis dan periang bernama Ferian Nur Hidayah itu. Meski sebentar, aku langsung tau betapa hatinya jerniiiih, senyumnya tuluuus, dan semangatnya wooow... Kalau aku inget sama mba Fe, aku selalu diem-diem baca blognya, terutama postingan yang satu ini: http://feriannh.blogspot.com/2010/04/copas-dari-blogq-di-friendster-dulu.html

Mba Fe, semoga kita bertemu di syurga Allah suatu nanti... Aamiin... :)

10.23.2013

random kesekian

Nanti kalo udah punya duit lebih mau ah ngeprint foto-foto hasil jepretan sendiri, terutama foto bocil-bocil. Teruuus dipajang deeh, lebih asiik kalo diikutin pameraaan. hahaha... XD

*ini ngarep namanya*

eh tapi sengarep-ngarepnya, boleh lhoo diusahakaaaan! XD

Namanya Lamiya

Foto: 'gelitik'able child! <3
Namanya Miya. Sederhana dalam semua hal. Termasuk ketika tersenyum, tertawa, bercerita, menyanyi, dan mimpi. Misalnya nii waktu kita lagi ngobrol.

Aku : Mba Miya, tadi dianter siapa?
Miya : Abi/umi/ammi.

Aku: Mba Miya, besok celengannya kalo udah penuh mau buat beli apa?
Miya : Buat beli apa aja.

(*waktu lagi mewarnai gambar gelas*)
Aku : Ayo mba diwarnai, di rumah ada gelas warna apa aja hayoo?
Miya : (*mikir bentar*) Warna apa aja.

(*waktu aku lagi makan snack*)
Aku : Mba Miya mau?
Miya : (*diem aja sambil ngeliatin doank*)
Aku : Mau engga mbaaa? (*nggoda)
Miya : (*senyum aja sambil ngangguk pelan*)
Aku : (*ngempet ngguyu*)


Aaaaak, Miyaaaaaaa :* :* :*

10.12.2013

10.08.2013

Mengapa Anak-anak Lebih Mudah Menghafal dari Kita? *

“Itu karena anak-anak tidak memiliki tendensi apa-apa selain hanya ingin menghafal. Berbeda dengan kita yang masih tercampuri dengan harapan-harapan fatamorgana yang melenakan sekalipun niat kita menginginkan pahala.”

Kata-kata itu laksana beker yang otomatis mengingatkan saya ketika mengejar target-target hafalan. Seorang ustadzah di tempat saya mengajar yang anaknya ketika itu beliau titipkan di salah satu pondok tahfidz di Jawa Timur memutarkan video berkunjungnya di pondok tempat anaknya menuntut ilmu. Rasa haru langsung menyeruak ketika kami melihat betapa si anak yang dulu adalah anak yang paling pemalu dan rewel, kini sudah menghafal surat Al Fath, tiga pekan setelah ia khatam tilawah Al Qur’an.

Sang ibu sengaja membawanya ke tempat itu untuk memupuk kecintaan anaknya pada Al Qur’an selepas dari Taman Kanak-kanak, tidak langsung ke Sekolah Dasar seperti pada umumnya. Sang ibu yakin dengan ketercintaan si anak pada Al Qur’an dan Islam sebagai dasar, otomatis akan memudahkan si anak untuk mendalami ilmu-ilmu yang lain.

“Mungkin kita ini banyak dosa ya ustadzah sehingga tidak bisa sepertinya….”, kata-kata itu mengingatkan kita pada kisah Imam Syafi'i yang mengadukan hafalannya pada gurunya, Syaikh Waqi.

"Aku mengadukan buruknya hafalanku pada Syaikh Waqi'" kata Imam Syafi'I, "maka beliau berpesan agar aku menjauhi kemaksiatan".

“Anak-anak itu masih bersih hatinya, Us" lanjut sang ustazah menasehati kami, "Mereka menghafal bukan untuk apa-apa, mereka hanya ingin menghafal itu saja. Sedangkan kita, banyak tendensi yang kita gantungkan ketika menghafal. Mulai dari harapan mendapat pujian sampai mengharap pahala. Untuk yang terakhir tidak salah memang jika menghafal karena ingin mengharap pahala, tetapi tetap saja ada hal yang membuat kita belum berada pada derajat keikhlasan tertinggi. Sedangkan anak-anak, mereka menghafal murni karena kecintaan mereka pada Al Qur’an.”

Menghujam dan membuat kami kala itu serasa tertampar. Memang benar dan sungguh benar hal itu. Semua kami lakukan karena tendensi bermacam-macam bukan murni karena kecintaan kami pada Al Qur’an atau Islam karena tilawah pun masih butuh memaksa diri untuk melampaui sehari sejuz apalagi dengan menghafal.

Asraghfirullah… [Gresia Divi]

*Sumber : http://www.bersamadakwah.com/2013/10/mengapa-anak-anak-lebih-mudah-menghafal.html

Do you feel better, huh? :')

Percayalah, semenyenangkannya hidupmu di pagi hingga siang hari, kadang kamu harus merasakan sesuatu yang... ah sudahlah... 
Aku saat ini hanya (harus) mempercayai satu hal, bahwa tak akan ada kesia-siaan dari sebuah kerja keras yang tulus. Tulus itu artinya tidak mudah mengeluh, seberat apapun pekerjaanmu di sore hingga malam hari. Bukankah Allah Maha Melihat, termasuk Maha Melihat apakah seorang hamba berhak mendapatkan senja yang indah setelah seharian berpeluh keringat? 


Meskipun tak dipungkiri, terkadang pengen *mbrebes mili* ngeliat temen-temen seangkatan udah pada kelar urusan-urusan kampusnya atau bahkan sudah beralih ke lahan yang lain. Hahaha... Tapi, tapi, tapi, segala sesuatu pasti akan ada hikmahnya bukaaaan? Entah akan kamu temukan sekarang atau suatu hari nanti. 

Berjuanglah! Bekerja-keraslah! Mulailah semuanya lebih pagi dan akhirilah lebih malam! Dan tetaplah menengadahkan tangan hingga 'senja indah di akhir hari yang melelahkan' itu tiba. 

Do you feel better, huh? :')

Celengan Penuh untuk Beli Apa?

Jadi, ceritanya, tadi pagi aku ngajakin anak-anak bikin celengan dari botol aqua bekas gitu deh. Truus, tugas mereka adalah menempel potongan-potongan kertas kado sebagai hiasan.
Iseng-iseng nih, pas nunggu iqomah sholat dzuhur, mereka aku tanyain...
Aku: Nanti kalo celengannya udah penuh mau buat beli apa mba? 

Luna : Nanti kalo celenganku (celengan yang besarnya setengah botol air mineral) udah penuh, aku mau beli sepeda, mobil, sama rumah. Oh iya, sama beli dompet. *senyum lebar*


Aku : Kalo mba Miya?

Miya : Buat beli apa aja. *senyum simpul*


Aaaah, sesederhana ituuu yaaaa :)

10.07.2013

Kincir Angin Warna-Warni

Foto

Warna-warni itu sudah terang menjelaskan semua perasaan bahagia disana :)

Pertanyaan Aisy

percakapan antara guru dan murid di suatu pagi..

murid: "bu guru, nanti embak belajarnya sama siapa?"
guru: "nanti ndak belajar mbaak, nanti bermaiiin" *muka ceria*
murid: "masa' bermain teruuss bu guruuu.." 

#KutipanAmalia

Mungkin banyak orang telah lupa bahwa ketika kita membangun suatu hal bersama-sama, yang kita bangun adalah tujuan kita bersama, bukan sekedar mimpi-mimpi kita seorang belaka..
ada konsekuensi, ada koridor yang mengarahkan gerak kita, ada kebersamaan, ada kebijaksanaan, ada kelapangan dada, ada pengorbanan..
Memang tak mudah, gagal pun menanti, tapi itu lah bukti bahwa keberhasilan itu telah dekat.

-Amalia Sholihati-

10.06.2013

Sekat

Kita memang hidup dalam sekat-sekat, pelabelan. Dan ketika label itu dicabut, kita bukan siapa-siapa lagi.
#kutipanfilm

10.05.2013

10.04.2013

Geng Balangan

 
Ah, kalian udah pada sibuk semua sekarang... Kapan ke Balangan? Kapan? Kapan? Kangen tauuuk sibuk-sibukan kayak jaman KKN yang gejee... :p

L O V E



Merekalah, banyak alasan akan kemana kaki ini akan melangkah.
Merekalah, banyak alasan dimana cita-cita diletakkan.
Merekalah, segala yang aku sebut rumah.
Merekalah, serupa embun pagi, tenang dan akan selalu datang.
Merekalah, serupa sore yang meneduhkan.
Merekalah, semua cinta itu bermula, selalu tumbuh, dan akan terus hidup.
Merekalah, yang selalu aku impikan agar suatu nanti bisa bersama di syurga-Nya yang indah.
Biar langit yang mendengar, bahwa aku begitu mencintai mereka sampai kapanpun.

Ini Geje!

 
Laboratorium ituuu serunya kalo pas bisa geje gini yaaa :') ahahaha
La

First Page of Research Book

Jadi ceritanya, aku udah di lab dan masih bingung mau ngapain. Semacam kebiasaan. Truss, iseng aja ngepost foto-foto yang belum sempet dipost di blog.
Ini salah satunya:

Ya ampuuuun, aku unyu yaah? eh, atau alay? hahaha...
Sampe sekarang buku itu uda buluk dan masih aku pakai. Janji dah, sebulan lagi buku itu akan benar-benar pensiun. InsyaAllah. :)

Mia dan Luna!

Foto: Kalo inget semangat mereka, langsung ngga punya alasan untuk ngga semangat! XD

Tuuuh kaaaan, mereka itu special to special to special to special to special!
Kayak pecah to pecah to pecah to pecah to pecah to pecah!
Kalo liat mereka, jadi ngga ada alasan buat ngga semangat!
Nyemangaaaaaaat!!!!

9.28.2013

Jendela Kaca

Di balik jendela kaca itu, aku menungguimu. Memperhatikan setiap tingkah polahmu dari waktu ke waktu. Hingga aku benar-benar jengah. Ah sudahlah, aku hanya ingin menikmati sore yang akan segera berganti malam, dan lalu pagi.
Pagi datang dan aku sudah tak perlu lagi menungguimu.

9.26.2013

Satu Minggu

Selama satu minggu ke depan dimulai sejak tanggal 24 September 2013 malem kemarin, aku ga bakal buka facebook! Artinya, tanggal 31 September 2013 ntar baru boleh buka. Kalo gagal, traktir anak kontrakan eskrim. Hahaha.
#okesip

9.25.2013

Si Bapak Pengen Dicium Brewoknya Ternyata!

Tadi pagi, ceritanya aku lagi mau balik jogja. Seperti biasa, abis beberes, minta uang saku (haha, wis tuwo isih njaluk sangu wae cah caaah), teruuss salim sama ibu bapak.

aku : *salim ke ibu* *cium tangan terus cipika cipiki* *senyum* *salim ke bapak* *cium tangan*
ibu  : iku lho dek, bapak ki meri... (itu lho dek, bapak tu iri)
aku : *bengong*
bapak : *senyam senyum*
ibu : pengen dicium deeek... 
bapak : *langsung jalan ke arahku sambil merentangkan dua tangan* *cipika cipiki*
ibu : *senyum* *ketawa*
aku : kan bapak-bapak, geliii e *nunjuk kumis* *ngakak*
ibu : kan bapak e deweee, yo rapopo toooh... (kan bapaknya sendiri, ya gapapa kan?)
aku : *senyam senyum* *ngakak*
bapak : *senyum menggoda*


Aaaaaaaah, what a sweetest moment in the morning ever!!!
Aku emang gelian, termasuk waktu nyium bapak yang ada kumis dan brewoknya, alhasil moment cipika cipiki aku sama bapak itu cum waktu lebaran (pas sungkem). Hahahaha...
i love you fuuulllll bapak ibuuuk... besok aku cium lagiiii...

9.22.2013