5.30.2012

Kisah Grup Marawis Kelas Hotel

Bentar, nahan ketawa dulu. Haha

Cerita ini berawal dari sebuah undangan spesial dari ibu kontrakan baru kita. Intinya kita diminta dateng (kalo mau) ke acara-nya SinarM** tempat si ibu bekerja. Acaranya siih katanya sosialisasi program plus yang paling penting adalah ada makan malamnya yang kemungkinan 'mewah'. Hahaha. Jiwa materialistik kita jelaslah sedikit keluar. Akhirnya kita memtuskan untuk menghadiri undangan si ibu di sebuah hotel bernama Rich Hotel.
Hari H pun datang. Kita udah siap-siap dari sebelum maghrib. Ruwet banget deeh ini kontrakan.
Eh, dresscode batik yaa? Jam berapa siih? | Makannya 185 ribu lhooh | hahahaha

Daaaaan, ini lagi satu hal yang bikin ruwet, pintu! Ini pintu kok ga bisa dikunci? Waduuuh... Baju udah rapi, batikan semua gini, eeeeh masa' iya ga jadi gara-gara pintu ga bisa dikunci. -____-"
Eh, tapinya alhamdulillah siih bisa dikunci. Berangkatlah kita berempat (sila, dindud, uneng, aku, titin ga bisa gara-gara ngelab). Meluncuuuur ke Rich Hotel.

Sesampainya di Rich Hotel...
Pak, acaranya SinarM** dimana ya pak? | disana mbaa, bla bla blaaaa.... | Oh, berarti bener niih disini...
Nanya lagi kesana-sini hingga kita sangat yakin bahwa di ruangan itulah tempat berlangsungnya acara. Yakin bangeeeet! Eh ternyata, eh ternyata, kata mbaknya resepsionis, bukan acara yang kita maksuuuud... Hah?
Truuus, kata si sila, ada mas-mas yang bisik-bisik ke mbaknya,
Itu grup MARAWIS mungkiiin~  

Hah? Udah salah hotel, ga nemu acaranya dimana, dan dibilang grup marawis... Haha... Wajah-wajah alim dan polos mungkin yaaak? :o

Dan, ternyata kita salah hotel. Baiklah. Pindah-pindah! Keburu diusir satpam hotel ini ntaaar grup marawis~

5.23.2012

Kontrakan Aku Baru Lhoooh!

Ini dia konsekuensi KONTRAKAN BARU!

1. Akan lebih sering ngendon di kampus daripada di rumah, lebih tepatnya di lab. Ini harga mati. Positive effect banget kaaan! Dengan begitu, waktu santai-santai yang suka kebablasan pas di kontrakan lama bisa diminimalisir. CATET!

2. Semangat dalam hal apapun harus meningkat! Masa iya, kontrakan udah baru, kamar udah unyu dan nyaman banget, suasana udah super tenang, semangat ga nambah siih? Nah lhoo... CATET!

3. Waktu yang dihabisin di kampus harus dimanfaatkan sebesar-besar untuk kemaslahatan ummat. Inget dan catet! (haha, agak lebay ini). Intinya, waktu di kampus adalah waktu maksimal yang dihabisin buat ngurus akademik dan amanah-amanah lain. Udah jauh-jauh dari jakal km.7 ke kampus, kalo cuma buat ngalor ngidul ga jelas kan ga bangeeeeeet! Jadi, bikin itu catatan-catatan kecil kegiatan selama satu hari, biar waktu benar-benar bermanfaat dunia akhirat! *seeeeeh *tiba-tiba ada angin~

4. Harus lebih PRODUKTIF! Masa iyaaaa, kamar udah mendukung banget buat ngehasilin karya, tapi tetep aja ga nambah produktivitasnya kan musproing banget! CATET ini CATET!!

5. Amalan yaumiyah harus makin manteeeep. This is special place for so many special moments!

Raras Kapan Ngelab?

Ah yaa, benar aku bingung hari ini mau ngapain. Harus nyari-nyari kerjaan emank. Dan sekarang aku memilih nongkrong di lab barat ajaaa. Hoks, ini sebenernya menyedihkan. Udah bulan Mei dan aku belum mulai penelitian. Kemana deh itu perginya target lulus NOVEMBER 2012. Tapi semua ini akan selalu menghadirkan hikmah-hikmah yang membawa keteduhan.
Mungkin iya, kadang merasa agak "pengen" gitu ngeliat temen-temen udah pada mulai ngelab, bahkan udah ada yang mau selesai, trus setiap harinya udah ada jadwal-jadwal khusus gitu, naaaah akuuuu nya gimanaaaa nii? Tapi, hidup itu bukan hanya untuk itu men! Bukankah kamu selalu diajarkan untuk bertebaran di muka bumi?
Bukankah kamu pernah mengaku dirimu sebagai "agen penyampai kebaikan" atau bahasa kerennya "kader dakwah"? Jadii, jangan pernah merasa kecil dan terhimpit karena kamu BELUM MASUK LAB! Tetaplah bertebaran di muka bumi dan rancanglah kembali targetan-targetan untuk KELULUSANmu nanti!

*ini episode curhat, karena 3 hari ini bayang-bayang laboratorium dan penelitian menggelayuti. -,-

5.15.2012

Hanya Semacam Kejutan demi Kejutan


Bismillah~
Ah sudah lama aku ingin menuliskan ini semua. Menuliskan tentang segala yang dituliskan Allah untukku dan orang-orang di sekitarku.
Aku ingin memulai tulisan ini dari sebuah siang di hari Minggu (29/4), setelah pulang nemenin simbah yang lagi sakit, maen-maen bentar, trus syuro’, seorang kawan memberitahu bahwa aku lolos seleksi mapres fakultasku (yah, meskipun sebenernya ga kayak seleksi juga, cuma ngumpul berkas sekitar sebulan lalu, dan udaaaah). Ha? Ga salah? batinku. Bahkan aku sudah lupa kalau sekitar sebulan lalu tiba-tiba disuruh ke jurusan buat ikut seleksi mapres. Trus? Ini aku harus ngapain? 
Beberapa jam setelah itu, banyak yang nge-mention perihal ini. Aiiiih, rasa-rasanya aku tidak terlalu berusaha keras untuk ini. Yaa hanya semacam kejutan dari Sang Pemberi Kejutan lah ini... Alhamdulillah...
Dan, hari berikutnya segera dapat kabar, seleksi tingkat universitas tgl 4-6 Mei 2012. Daaaan, harus bikin karya tulis. Hah? Karya tulis? Salah satu jenis tulisan yang dewasa ini tidak terlalu aku suka -,-
Mana flu lagiiii, Subhanallah, Allah memang selalu memberi hambaNya wadzifah (sarana pembelajaran) dalam setiap cerita. *gaya banget bahasanya...
Jadi pengumuman hari Minggu, pembekalan seleksi hari Senin, asasi hari Selasa, dan jadilah aku baru ngerjain karya tulisnya hari Rabu! Dan hari itu juga harus dikumpul... Alamak, ini kok #something banget yaaaak~ Eh, syukur alhamdulillah, dikumpul besok kagak ape-ape! Haha... Ya Allah, terimakasih ya Allah... Itulah 2 hari yang agak membuatku sedikit autis, senewen kemana-mana, dan yah begitulah~
Oke, alhasil singkat cerita aku ikutlah seleksi ini. 3 hari 2 malam yang super kereeeen, beberapa jam bersama orang-orang super prestatif gini ngebikin menciut daaah, jadi merasa bahwa aku masih terlalu belajar sedikit dan sedikit belajar (!).
Akhirnya, selesai sudah semua rangkaian seleksi dan ditutup dengan hujan yang teramat mesra. Gaya bangetnya sih, masih pingin dateng kajian manhaj, eeeeh, malah batal soalnya udah telat banget dijemputnya.
Hari-hari kembali seperti semula lagi, alhamdulillah. Hari Seninnya (7/5) aku memutuskan untuk pulang barang semalam. Tidak ke rumah, tapi ke rumah sakit. Simbah kakung sudah sekitar seminggu ini di ICU, dan aku belum sempat menengok beliau sewaktu di ICU ini. Aku harus pulang. Bermalam di rumah sakit membuatku agak miris juga, ketika harus melihat kabel-kabel bergelantungan nyambung sama layar monitor yang menunjukkan berbagai macam parameter, kayak tekanan darah, pernapasan, detak jantung, dsb. Mana lagi, ini kok ICU tapi kayak bangsal yaaaak. Semula yang ada dalam bayanganku ICU itu adalah ruangan khusus untuk 1 pasien dengan pengawasan intensif, tapi eh tapi, ini 1 ruangan bisa untuk sekitar 8-10 pasien.
Ya Allah~ pada akhirnya sore itu simbah dipindah ke ruang VIP seperti sebelumnya, karena memang tidak ada perubahan yang berarti. Di ruangan ini, para penunggu justru bisa selalu menemani, berbeda dengan di ICU yang mana si penunggu hanya bisa masuk di jam-jam tertentu. Ah, alhamdulillah. Aku, bapak, ibu, mbak tika, dan mbah putri pun menemani mbah kung malam itu. Dzikir dan tilawah coba terus kami kerjakan, karena inilah satu-satunya yang bisa kami lakukan. Sampai pagi harinya (8/5), satu per satu pulang, bapak ibu pulang ke rumah dan mbak tika ke kos. Tinggallah aku sama mbah putri doank. Hmmm, aku nanti udah pulang jogja lagi, jadi kesempatan menemani mbah kung ini harus aku manfaatkan semaksimal mungkin. Eh tapinyaaa, ini malah ada yang telpon lamaaa banget. Yaa masih seputar amanah siih, jadi ga mungkin me-reject. Tak apa, aku masih tetap bisa menemani simbah tercintaku. Waktunya tiba, aku harus berpamitan. Simbah terbangun waktu aku akan pulang. Aku pun menciumnya dan membisikkan sebentar kalimat syahadat, lalu melambaikan tangan tanda ‘sampai jumpa’. Baiklah, aku kembali ke kotaku~
Pagi berikutnya (9/5), sekitar jam 5.00, ada telepon yang masuk ke hp Titin. Ternyata tanteku. Ah, ada apa ini. Aku tidak terlalu suka ditelpon pagi buta seperti ini. Ini seperti akan ada berita kurang enak.
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un... Simbah kakung telah dipanggil oleh Yang Maha Memiliki Segala. Ya Allah, ini kejutan kedua yang Engkau berikan kepada hamba. Semata agar hamba dan keluarga hamba belajar tentang hakikat hidup, tentang sabar, dan tentang saling menguatkan dalam keluarga. Semuanya telah Engkau atur sedemikian rupa, hingga kami sipa mendewasa. Ya Allah, terimalah arwah beliau di sisiMu, di tempat terindah yang Engkau sediakan untuk orang-orang bertaqwa. Aamiin.

*In Memoriam, Mbah Kakung.