1.20.2012

Untuk Sahabatku, yang Aku Rindu

Vina Ayu Pramadya Puspa. 
Dia adalah sahabat, saudari, dan teman terbaikku sekaligus teman sebangkuku saat SMP kelas 1 di SMP N 1 Sukoharjo. Ah, sayang sekali, kebersamaan kita hanya berlangsung satu tahun, hei waktu yang kurang cukup untuk menikmati semuanya.
Mengenalmu adalah sebuah anugerah, dimana aku bisa belajar banyak hal dari gadis tangguh sepertimu.
Aku belajar tentang arti kesabaran, yaaah aku masih sangat ingat dulu ketika kamu menceritakan bahwa ayah tercintamu baru saja meninggal. Dan masih tetap ada senyuman tersungging manis di bibirmy.
Aku belajar tentang perjuangan, ketika kamu harus menaiki angkot atau kadang sepeda onthel untuk menjangkau sekolah yang jaraknya cukup jauh dari rumahmu.
Aku juga belajar tentang ketangguhan. Yaaa, aku sangat ingat betapa kamu sangat direpotkan waktu itu, harus memasak untuk kamu sendiri atau adekmu dan juga harus mengerjakan PR yang menumpuk.
Aku belajar tentang bagaimana bersemangat. Aku tahu dari matamu selalu ada binar-binar semangat yang membara dan membuat orang-orang di sekililingmu pun ikut membara karenamu. Itulah kamu, hei gadis penuh semangat!
Aku belajar tentang bagaimana mengungkapkan cinta. Salah satu yang sangat aku ingat adalah ketika kita kelas 2 SMP, dan kau datang dari Salatiga kemudian mengunjungi rumahku secara tiba-tiba (maklum belum ada handphone saat itu). Ahhh, bahkan aku tak pernah menyangka kamu akan datang. Aku sangat rindu waktu itu.
Benar bukan? Aku belajar banyak darimu...

Hei, gadis penuh mimpi, penuh harapan, penuh perjuangan, aku rindu.

Masih ingat dulu, duluuu sekali, mungkin sekitar 7 tahunan yang lalu (wauuuw, lama bangeeet), kita adalah pasangan serasi. Satu bangku dan sangat kompak. Misalnya nih, kompak ikut kajiannya pak guru Elektro, kompak nge-fans sama kakak kelas 3, kompak telat masuk kelas dan harus pakai lari-lari gara-gara mushola jauh, kompak di urusan nilai (meskipun kadang aku yang lebih bagus atau kadang kamu, haha, dulu kita lumayan yaaa), dan yang lain-lain.
Ah, aku rindu...

Satu hal yang paling ingat darim adalah cara jalanmu yang super duper semangat, kadang dengan tetap berjalan cepat kamu masih membenarkan kancing bajumu. Atau ekspresi wajahmu ketika sedang "excited" terhadap sesuatu, berbinar-binar! haha.. Atau saat kamu sedang bingung, masih sama, berbnar-binar! Bedanya adalah pada senyuman yang  tersunggingkan.

 Aaaah, kenapa hanya satu tahun kita duduk sebangku? Padahal belum puas rasanya menikmati persahabatan yang indah ini...
Namun, inilah takdir. Takdir dapat berbicara apapun dan pasti semuanya ada hikmahnya.
Yang jelas, aku selalu merindukan sahabat sepertimu...

*peluk dan cium rindu dari Jogja*

1.11.2012

Anak Indonesia Itu...

Siang yang tenang. Jadi ingin menulis.
Menulis tentang anak Indonesia. Baru saja aku membaca artikel di kompas.com tentang suara anak Indonesia, seperti ini artikelnya:
Kami Anak Indonesia pada hari Kamis 22 Juli 2010 melalui Kongres Anak Indonesia IX 2010 di Pangkal Pinang merumuskan dan menyampaikan aspirasi dan pandangan,
  1. Kami anak Indonesia bertekad mengajak seluruh anak Indonesia bersatu padu berpegangan tangan, saling bertoleransi, menghargai perbedaan untuk berbuat yang terbaik demi bangsa dan negara kesatuan RI.
  2. Kami anak Indonesia memerlukan dukungan pemerintah untuk memfasilitasi forum-forum anak di daerah dan Kongres Anak Indonesia sebagai mekanisme nasional pemenuhan hak partisipasi anak.
  3. Kami anak Indonesia memohon kepada pemerintah untuk menyediakn rumah perlindungan khusus seperti anak trlantar, anak korban kekerasan, anak korban perdagangan, anak korban bencana dan anak yang berhadapan dengan hukum di setiap kabupaten, kota dan provinsi.
  4. Kami Anak Indonesia mengusulkan agar mendahulukan mediasi sebagai proses penyelesaian bagi kasus anak-anak yang berhadapan dengan hukum.
  5. Kami Anak Indonesia mendukung peningkatan APBN untuk alokasi pendidikan agar kualitas dan fasilitas pendidikan merata di seluruh Indonesia termasuk bagi teman-teman kami yang berkebutuhan khusus.
  6. Kami Anak Indonesia memerlukan jaminan kesehatan khusus anak dengan membebaskan biaya kesehatan bagi anak.
  7. Kami Anak Indonesia bertekad mempersatukan teman-teman kami yang berada di daerah terpencil, daerah terisolir, daerah perbatasan dengan adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
  8. Kami Anak Indonesia memohon perlindungan dari bahaya rokok sebagai zat adiktif dengan melarang iklan rokok, menaikkan harga rokok, membuat peringatan bergambar pada bungkus rokok dan menjauhkan akses anak-anak dari rokok.
Luar biasa bukan anak-anak Indonesia?
Terkadang kita tidak menyadari kehebatan anak-anak bangsa sendiri, mungkin karena kita terlalu terpukau dengan anak-anak bangsa tetangga yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik, yang dengan lincahnya berlarian di rerumputan hijau di taman-taman kota, yang bersepeda santai menelusuri kota-kota mereka yang dipenuhi gedung-gedung tinggi, dan masih banyak lagi.
Sedangkan, kita lihat anak-anak kita, mungkin ada juga yang sekelas anak-anak bangsa tetangga, tapi... Masih banyak juga yang berpakaian seadanya berlarian di atas tumpukan sampah, yang berenang di sungai-sungai keruh dan di dekatnya ada yang sedang mencuci baju, yang ke sekolah harus menaiki perahu kayu karena banjir melanda, yang memakai sandal butut memandangi area-area bermain super megah di tepi kota-kota mereka, aaah, dan masih banyak lagi...
Namun, tahukah kita bahwa mereka anak-anak bangsa yang hebat? Mereka menyimpan segudang mimpi untuk diwujudkan. Mereka memiliki semangat super dahsyat untuk berusaha. Ya, mereka HEBAT!
Kita semua tahu itu. Dan tugas kita hanyalah membuat mereka semakin hebat. :D

1.04.2012

Tiga Hari Ini

Yak, ini adalah 3 hari yang luar biasa bagiku. Tiga hari yang aku tak menyangka akan ada banyak cerita. Inilah Musyawarah Besar Permahami. Ah, ini menyenangkan sekali. Kenapa emank?

Pertama, aku udah mau lengser. Hampir lengser malah. Sebenarnya sih antara senang dan sedih, karena di satu sisi aku sangat bersyukur bahwa amanahku ini akhirnya selesai dan di sisi lain aku harus meninggalkan tempat yang udah sangat aku cintai ini. Yah, demikianlah, semuanya memang akan selalu seimbang.

Kedua, hei lihat, kita luar biasa karena kita sampai 'sebegitunya' memikirkan masa depan Permahami. Satu demi satu pasal kita kaji, disepakati, lalu pasal yang lain, tidak disepakati, berdebat, dan akhirnya pun sepakat. Kemudian ada hal-hal baru yang ingin kita berikan untuk Permahami tercinta, diperdebatkan, dan disepakati. Dan seterusnya. Intinya, demikianlah seharusnya organisasi ini berjalan, dengan pemikiran yang matang. Bukan asal menerima apa yang menjadi tinggalan dari para sesepuh.

Ketiga, terlalu banyak hal yang membuat aku, kamu, dan kita mengharubiru. Seperti sesi curhat waktu itu. Yah, itu semua membuat kita menyadari, bahwa ita ini KELUARGA, bukan hanya orang-orang yang berkumpul dalam sebuah wadah organisasi. Dan air mata itu pun meleleh. Air mata itu punyamu.
Dan satu hal,
Mungkin kita memang bukan organisasi yang hebat, tapi kita adalah KELUARGA yang hebat.

Terimakasih atas satu tahun ini. Satu tahun yang penuh pelajaran. Satu tahun yang penuh cerita.
Satu tahun yang tak mungkin bisa dilupakan, hai PERMAHAMI...