11.30.2012

Ini Mimpiku #3


Rabu, 11 April 2012
Ini adalah mimpi ketigaku, namun sebenarnya ini mimpi pertama masa mudaku dulu. Mimpi semenjak aku duduk di bangku SMP. Sebentar, aku ingin tersenyum dulu mengingat semuanya. Mungkin agak konyol, tapi aku sudah terlanjur menginginkannya. J Ah, ya, aku ingin memiliki rumah sederhana di tepian danau dan perbukitan hijau. Dan disana, aku bisa menikmati pelangi sambil beralaskan karpet hijau rerumputan yang basah karena sisa embun ataupun sisa gerimis sore. Lalu siangnya dapat menikmati angin di bawah pepohonan sambil bercengkrama dengan keluarga. Hijau dan teduh.  Dan kemudian, setiap akhir pekan, akan aku bawa bapak ibu dan para sahabat untuk menikmati masakanku di rumah sederhana ini. J
Oh ya, satu lagi, di rumahku ini, ingin aku membuat semacam sekolah PAUD sampai TK, yang berisi anak-anak kecil yang sangat aku sukai binar matanya yang penuh kejujuran. Lagi-lagi, aku ingin mendidik mereka agar berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Berjalan sesuai dengan yang dituntunkan ALLAH SWT dalam Al-Qur’an dan disunnahkan Rasulullah SAW melalui Al-hadist. Agar mereka berjalan menggandeng sekitar. J Setiap pagi dan setiap kelas akan dimulai, aku dapat mengamati mereka datang sambil mencium tangan guru-guru mereka. Lalu di siang harinya, ketika adzan dzuhur telah berkumandang, mereka segera berlari berebut air wudlu. Subhanallah... J

Ini Mimpiku #2


Rabu, 11 April 2012
Satu hal yang paling membahagiakan dalam hidup ini adalah ketika melihat orang-orang yang kita cintai itu bahagia. Bahagia melebihi kebahagiaan yang kita punya. Maka, untuk membuat mereka bahagia adalah mewujudkan cita-cita mereka. Ayahku misalnya, beliau dulu sangat menginginkan anak-anaknya menjadi seorang ‘juru suntik’, yaaah tapi memang bukan jalan kedua anaknya untuk menjalani profesi demikian. Justru kedua anaknya terpelanting menuju bumi pertanian. Dan aku diarahkan untuk menjadi ‘juru renik’. Lalu kemudian cita-cita ayahku berubah, ayahku ingin nantinya aku dapat menjejakkan kaki sebagai karyawan di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Ah, ya, sepertinya tidak terlalu bermasalah bagiku. Bismillah... Mulai sekarang, emm bukan, mulai beberapa bulan yang lalu, aku menempatkan ‘BEKERJA DI LIPI’ sebagai list cita-cita dalam hidup yang ingin aku wujudkan. Semoga (lagi-lagi), alam semesta turut meng-aamiin-i cita-citaku ini. Aamiin.
Yang jelas, Allah akan selalu memberikan kejutan-kejutan terindah bagi para hambaNYA. Asalkan kita yakin saja... J

Untukmu, Yang Lembut Hatinya

Hei yang berwajah tenang, kau tahu, aku mencintaimu karena Allah.
Aku mencintaimu karena Allah.
Kita dipertemukan oleh Allah dan pasti akan dipisahkan oleh-Nya.
Ah, rasanya baru sebentar persahabatan kita dijalin, persabatan atas landasan ukhuwah. Itu saja, sederhana.
Waktu terus bergulir, dari awal pertemuan kita hingga saat ini, aku semakin malu pada diriku sendiri. Apa yang sudah aku lakukan selama hidupku?
Sedangkan engkau, yang begitu lembut mengayunkan langkah, yang begitu sendu menatap sekitar, yang begitu halus berujar kata, dan yang begitu teguh berjalan di jalan yang engkau yakini. Aku malu, saudariku.
Kini aku melihatmu melemah karena suatu hal. Kau tahu, rasanya menyakitkan melihatmu menanggung beban berat itu dan aku hanya diam, aku tak bisa berbuat apa-apa. Kau tahu, rasanya ingin senantiasa bersamamu pagi, siang, petang, menghiburmu dengan guyonan-guyonan garing. Kau tahu, rasanya ingin memasak makanan-makanan sehat untukmu setiap pagi agar kamu kuat beraktivitas. Kau tahu, rasanya ingin setiap malam minum lemon tea dan membicarakan impian-impian itu. Ah, tapi apa daya. Aku seolah tak mampu berbuat apa-apa, wahai yang lembut hatinya.
Kau tahu dan selalu tahu, aku mencintaimu karena Allah, saudariku. :)

11.19.2012

Tulisan Random

Ini adalah hal yang menyenangkan: menatap layar segi empat di tepi jendela laboratorium tempat aku beraktivitas sejak beberapa bulan lalu sambil mendengarkan musik-musik jazz dan mencari inspirasi. Dan apa yang sedang aku kerjakan sekarang di netbook kecilku?
1. Facebook;
2. Nge-blog --> mau posting
3. Browsing Lowongan Guru TK Jogja
4. Nyari mp3 Di Bawah Sinar Bulan Purnama
5. Mau ganti profil picture jadi gambar anak-anak yang megang bendera Palestine --> tapi lamaaaaa~

Hah, itu informasi yang ga penting!!! Baiklah, aku cuma pingin nulis ajaaaa... :o
Di sela kesibukan nungguin medium agar makanan bakteri-bakteriku, biar cepet mengeras.
Ah, ya, aku harusnya menceritakan senja kala itu. Senja yang meluluhkan hati yang keras. Senja yang membuatmu ingin berbuat banyak. Senja yang mengungkapkan rahasia yang hebat. :)

10.22.2012

-

rasanya ingin menikmati hujan di balik jendela kaca :)

Anak-anak Vs Orang Dewasa

Mungkin ini adalah alasan mengapa aku sangat mencintai anak kecil.
Yang pertama dan jelas yang utama, mereka hanya berbicara tentang kejernihan perasaan, bukan yang lain. Berbeda dengan orang dewasa (mungkin tidak semuanya juga) yang entah dikemanakan itu kejernihan perasaannya.
Yang kedua, mereka tidak akan bersuara dengan suara bernada tinggi dan bersensi tinggi. Ah, mungkin karena perasaanku yang terlalu ringkih semenjak kecil, sehingga sedikit saja mendengar suara bernada tinggi, langsung 'mengkerut' atau 'keriput' atau apapun namanya. Yang jelas suara bernada tinggi itu bisa membuatmu sedih yang teramat dalam.
Yang ketiga, tatapan mereka adalah tatapan penuh kehangatan dan persahabatan. Itu tidak mudah kita temui pada orang dewasa. Mereka yang benar-benar mencintai dan peduli terhadap kita-lah yang akan mempunyai tatapan itu. Dan itu (mungkin) tidak banyak.
Yang keempat, mereka ketika bersilang pendapat hanya akan sebentar, tidak lama. Berbeda dengan orang dewasa yang kalau sedang bersilang pendapat mungkin bisa berlarut-larut, entah apapun hasilnya. Apakah mereka tidak sadar bahwa berdebat itu sebenarnya tidak akan melukai hati mereka saja, namun juga orang-orang di sekitar mereka yang mendengarkan.
Yang terakhir, mereka tidak berbicara dan menatap kata-kata dan tatapan yang meremehkan atau mencemooh. Orang dewasa?


Ini hanya semacam ungkapan tentang siang hingga sore ini yang perl segera diungkapkan. Agar aku mau belajar. :)

10.11.2012

"Ah, Aku Sangat Lamban!"

*mungkin ini fiksi mungkin juga tidak*
 
Ini pagi yang tenang, ah tidak, pagi memang selalu tenang. Gadis kecil itu -seperti biasa- menari lincah menyambut pagi yang sangat ia cintai. Yaa, dia sangat mencintai pagi. Dia mencintai aroma segar pagi dan ia sering menikmatinya dengan mendongakkan wajah ke atas sambil memejamkan mata. Dia mencintai hangat matahari yang sinarnya masuk melalui celah-celah dedaunan hijau yang renggang. Dia mencintai orang-orang yang berhiruk pikuk di pagi hari menuju aktivitasnya masing-masing. Dia hanya seorang gadis kecil yang mencintai sekitar.
Dan ini adalah hari pertamanya masuk kelas 5 Sekolah Dasar. 
Artinya, dia baru saja naik dari kelas 4. Betapa bahagianya, karena pada akhirnya dia hanya berjarak sedikit dengan kelas tertua. Ah, dia sangat bersemangat. Senyuman selalu tersungging di bibir manisnya dan rambut berponinya bergoyang-goyang beriringan dengan langkah kecilnya. 
Kelaspun dimulai...
Si gadis kecil masih sibuk memperbaiki posisi duduknya, mungkin karena sedikit grogi. Sambil matanya menyapu seluruh isi kelas mulai dari papan tulis lusuh hingga tas-tas gendong milik teman-temannya, ia tak henti tersenyum. Sampai teman-temannya merasa aneh akan sikapnya itu. Ah, namanya juga anak kecil. 
Meskipun dia selalu tersenyum kemanapun langkah kakinya mengayun, ia sebenarnya agak penakut. Terbukti dia menjadi anak terakhir yang bisa naik sepeda di antara teman-teman bermainnya. Bahkan dulu waktu masih duduk di bangku kelas 1-3 SD, dia masih saja takut kucing. Benar, dia memang (sedikit) penakut. Namun, entah kekuatan apa, selalu saja, teman-teman sekolahnya membuat dia lebih berani menghadapi banyak hal. Dia sering mendapat kepercayaan untuk menjadi pengurus kelas atau dia sering dimintai tolong teman-temannya saat ada PR, atau bahkan karena ia dekat dengan anak-anak gaul di kelasnya. Ia menjadi (sedikit) pemberani setelahnya. 
Bulan demi bulan berlalu, hingga akhirnya tahun ajaran akan berganti. Dia mau naik kelas. Betapa lebih bahagianya dia, karena sekarang dia menjadi kelas ter-senior. Ah tapi tidak juga. Rasanya ada yang hilang sekarang. Dia harus lebih banyak belajar daripada bermain, teman-temannya semakin suka membicarakan cowok-cowok daripada membicarakan permainan apa yang akan kita mainkan hari ini, atau bahkan perlombaan-perlombaan tari india yang asal-asalan juga udah ga pernah lagi. Ini bukan karena apapun, tapi hanya karena dia sudah kelas 6 -kelas tersenior-. 
Dan dia sekarang dipilih menjadi bendahara kelas, yang tugasnya adalah menariki uang kas, mengurusi pembayaran buku-buku pelajaran, dan mencatat setiap pemasukan ataupun pengeluaran kelas. Dia menjadi sangat sibuk sekarang, hingga dia semakin jarang bisa menikmati pagi yang dia cintai. Dia bahkan kadang lupa tersenyum selebar-lebarnya kepada teman-teman yang ditemuinya, padahal dulu waktu belum sesibuk di kelas senior, dia selalu heboh menyapa siapapn orang yang dia temui.
Beruntungnya, bahwa dia diketuai oleh anak yang sangat detail menanyakan setiap pekerjaannya. Si gadis jelaslah merasa terbantu, meskipun dia masih saja sering mengomel khas anak-anak. Bahkan ketika sedang malas, dia memilih diam dan tidak menanggapi apapun yang dibicarakan ketua kelasnya itu. Suatu ketika, dia pernah menggumam, "Tau ga sih, aku itu lagi males. Aku lagi jenuh!". Namun, dia tak pernah mengungkapkannya, hingga kekesalannya menguap dengan sendirinya. Sampai suatu hari, ada yang mengurusi pekerjaannya sebagai bendahara. Antara senang dan sedih, dia pun tak paham. Senang karena sebenarnya dia telah terbantu dan sedih karena dia merasa kurang kompeten mengerjakan tugas-tugas bendahara ini. Mungkin karena pekerjaan bendahara ini baru pertama kali ia kerjakan atau kemungkinan satu ini yang pernah ia gumamkan "Ah, aku sangat lamban-mungkin!". 
"Lalu, kenapa bendaharanya tidak diganti saja? Kenapa harus aku?" gumamnya lagi di dalam hati dan menguap (lagi) ditelan sore. Namun, dia tetaplah gadis kecil yang bisa bahagia karena apapun. Dia masih bisa tersenyum di kala pagi datang. Dia tetap gadis kecil yang ingin terus berlari-lari lincah menggapai mimpinya.
Dia pun akhirnya tahu, bahwa dia hanya harus mengerjakan apa yang bisa ia kerjakan dan tetap tersenyum lebar seperti senyuman anak-anak kecil seusianya.

Saatnya pulang sekolah dan matahari masih menyengat, pertanda kehidupan masih terus berjalan.

9.25.2012

Ini Mimpiku #1


Sebenarnya agak ragu juga nge-post tulisan ini di blog. Tapi tiba-tiba aja aku pingin. Biar nanti kalo mimpi ini belum kesampean, atau aku ternyata berkarya di tempat lain, aku selalu ingat mimpiku yang satu ini. Dan akan aku wujudkan suatu nanti. Atau juga, nanti ketika waktuku habis dan mimpi ini belum terwujud, alam raya telah mengingatku bahwa aku pernah bermimpi. :)


Jum’at, 10 februari 2012
Semoga langit mendengar dan alam raya pun turut mendo’akan mimpiku ini. Mimpi untuk berada di tengah mereka, anak-anak Indonesia di pedalaman nun jauh di sana. Mimpi untuk tersenyum kepada mereka dan mengajarkan mereka bahwa hidup itu harus senantiasa dilalui dengan senyuman. Senyuman cerah selayaknya masa depan mereka yang bahkan lebih cerah dari senyuman mereka. Mimpi untuk menikmati angin segar daratan dan lautan sambil mengagungkan asma-Nya dalam ketundukkan yang diselimuti dengan kepasrahan yang total. Mimpi untuk duduk bersama di atas bebatuan kemudian mempelajari alam dan apa yang bisa kita lakukan bersama dengan alam, secara bijak. Lalu malamnya menikmati  rembulan yang tersipu malu karena terlalu lama dipandangi, kemudian bercerita tentang kisah nabi Ibrahim r.a., nabi Musa r.a., atau pun nabi yang selalu dirindu, Nabi Muhammad SAW...
Ya Allah, jika memang ini yang terbaik dan memberi manfaat bagi banyak orang, perkenankan hamba menjalani mimpi itu Ya Allah, Rabb semesta alam... Dan semoga umur 21 adalah saatnya... J

9.14.2012

Your Real World!

"Duniamu adalah tempat dimana kamu dapat seketika tersenyum ketika berada di sana :)"

Begitulah hidup, yang teramat sederhana bagi sebagian orang dan terlalu rumit untuk sebagian yang lain. 

8.28.2012

Sesederhana Dedaunan yang Jatuh

Aku ingin mengutip yang satu ini lagi : "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin".
Satu hal yang aku tangkap ketika mendengar kutipan dari Tereliye itu adalah tentang kesederhanaan. Kesederhanaan berfikir, kesederhanaan berucap, dan kesederhanaan bersikap. Bukankah hidup itu memang sederhana, kesedihan dan kebahagiaan datang pergi dan datang begitu saja. Sampai pada akhirnya ketika kita berdiri di hari esok, lalu kita melihat hari kemarin atau kemarinnya lagi atau kemarinnya lagi, kita hanya bisa berkata: "Ya, dulu aku pernah sedih, dulu aku pernah bahagia".
Bukan tentang apapun tulisan ini aku buat. Aku hanya ingin mengingatkan diriku sendiri bahwa apapun yang  sedang dan akanaku kerjakan, pastikan Allah yang menuntunnya. Bukan karena ego, bukan karena keinginan untuk apapun, bukan karena rasa bersalah terhadap siapapun, bukan... Bukan karena itu semua aku bekerja, tapi karena Allah.
Seperti dedaunan itu, yang ketika jatuh ya jatuh saja, ia tak akan membenci angin yang menjatuhkannya. Sederhana bukan menjadi dedaunan itu?
Dedaunan itu hanya tau bahwa Allah adalah Yang Maha Pengatur atas berdiri dan jatuhnya dia, atas semuanya.

7.27.2012

Tentang KKN #3


17 Juli 2012 (19:56)
Lanjuuuut nulisss yaaaaak... Habis makan malam pake omelet dan sambel bawang yang super HOT. Haha. Cukup sukses daaah agenda masak memasak kita malam ini. Satu hal tentang hari ini dan mungkin beberapa hari sebelumnya, kita masih agak canggung sama mba Deski. Mbaknya pendiam banget soalnyaaa, jadinya kikuk gituuu~ K

19 Juli 2012 (22:00)
Dua hari lalu, aku ngeberaniin diri buat sms mba Deski, basa-basi doank siiih, ngomong kalo abis matahin sikat kamar mandi. Ehhh, kemarin mbaknya sms kalo bakalan ga pulang selama beberapa hari soalnya nginep di tempat simbah di Bantul dan sebagainya, yang pada intinya bahasa sms mba Deski menyenangkan. Ah, alhamdulillah~
Baiklah, gembul, kamu disini bukan cuma buat maen-maen doank! Kamu harus ngasih sesuatu ke warga. Apapun. Dan ber-azzam-lah bakalan sering balik ke Balangan ini meskipun udah kelar nii KKN~ Ga rela kaaaan moralnya bocil-bocil yang seketika ngebikin kamu jatuh hati sama Balangan itu rusak gara-gara salah bergaul atau apalah nantinya. J Jadi mari berazzam untuk terus membersamai para bocil sampai mereka paham betapa penting dan bahagianya mengenal Allah, mengenal Rasul, dan hidup bersama ISLAM.
Oh iya, tadi adalah tarawih pertama aku di Ramadhan tahun ini dan ini di Balangan. J

7.20.2012

Tentang KKN #2


13 Juli 2012 (8:24)
Ini adalah pagi yang teramat megah. Sinar matahari yang emas kekuningan yang (lagi-lagi) menelusup melalui celah-celah dedaunan yang hijau khas desa ini. Bayu yang mengayun lembut dedaunan itu, hingga bayang-bayangnya bergerak-gerak selembut bayu. Serta gerakan-gerakan lincah sapu lidi yang menari pelan membersihkan apa yang dilewatinya, menghasilkan orkestra pedesaan yang menghentakkan semangat. Ditambah kepulan asap hasil pembakaran sampah-sampah dedaunan kering.  Inilah pagi di Balangan, yang kini menjadi pagiku~
                       
13 Juli 2012 (22:19)
Malam yang tidak terlalu dingin menurutku, dibanding malam-malam sebelumnya di Balangan ini. Jelas saja, aku dari jam 10 pagi udah berangkat LIQO’ bersama ‘special little family’ dipenuhi perjalanan yang~ *hahahaa, selaluuu ajaaa nulisss ga pernah tuntaaaassss =,=

17 Juli 2012 (09:09)
Hari #10. Dan sudah sangat banyak yang kita lalui. Sudah banyak tawa dan kesedihan yang mengalir dengan sendirinya. Sudah banyak keluh kesah lelah atau apapun yang terceletuk di sela-sela ketenangan Balangan ini. Ah, ya, seketika aku mencintai tempat ini. Seketika aku mencintai jalanan lengang sepanjang hari. Seketika aku mencintai adzan subuh, dzuhur, ashar, maghrib, isya’ dan orang-orang yang berbondong-bondong menyambutnya dengan semangat yang menggebu. Seketika aku mencintai daun jati yang tiba-tiba jatuh tertimpa angin. Seketika aku mencintai dan selalu merindui suara bocah-bocah kecil yang tak pernah lelah ‘bermain’. Seketika aku mencintai aliran sungainya yang tenang disertai dedaunan yang meneduhkan. Seketika aku mencintai masakan si simbah tetangga rumah mba Deski. Seketika aku bahagia dengan semua ini. Ya Allah, terimakasih telah mengirimkan aku di tempat yang teramat istimewa.

 17 Juli 2012 (15:49)
Anak-anak akhirnya pulang jugaaaaa. Hari ini agendaku cukup ngendon aja di rumah, menikmati kericuhan canda tawa bocil-bocil sambil ngebikin buku TPA unyu buat mereka. Kapan-kapan mau aku foto tuuu buku-buku. Yaaaaak, dan ini semua sempurna ngebikin akuu hepiii J Hepi di tengah kegundahan (lebay ini :p) tentang siapa yang mau dateng di pendataan AAI hari inii. Oh ya, agaknya  KKN cukup ngebikin aku lupa daratan (kampus-red). #ups

Tentang KKN #1


12 Juli 2012 menjelang 13 Juli 2012 (22:46)
Ini adalah malam kelima, bocah-bocah yang menyebut diri mereka tim KKN-PPM UGM 2012 berbaur dengan warga Sendangrejo yang hebat. Padukuhan Balangan menjadi tempat istimewa yang dipilihkan untuk aku bersama 6 orang kawanku. Inilah kami: aku, Feni (T.Fis’09), Eka (Kim’08), Adis si Kormasit (Ikan’09), Aziz (Bio’08), Yuscha (Admin’09), dan maskot kita bersama Fahri (Ekono’08). Entah apa yang membuat kami dipersatukan disini. Haha, jadi pingin nyerita. Nih yaa, Aku itu suka berisik, rame, dan ngegaring. Terusss, Feni, dia itu akhwat banget daah, sukanya aja bikin kerajinan dari flanel, kayaknya nii bocah gampang stress kalo ngurus anak-anak yang berisik nan cerewet, sama kayaknya paling demen kalo mau masak-masak yang aneh-aneh (enak-enak gitu). Cewek terakhir nii, si Eka, si kecil dan kurus, yang sering suka kedinginan, moody abiss, dan banyak pertimbangan (first sight aku niih yaa).
Lanjuuut ke cowok-cowok yang multikarakter ini. Adis si kormasit, dia ituu yaaa ngomonginnya cupang muluuu, aduh emank sih katanya udah sejak 10 tahunan yang lalu doi udah mulai jualan ikan cupang. Sekarang aja nii, dia KKN bawa tuu cupang-cupangnya. Haha, semoga dia beneran jadi pengusaha cupang deeh ntaaar. J Terus si Aziz, yang anak-anak suka bilang kormasit dan kormanit sesungguhnya, mungkin karena gayanya yang ‘sok cool’ dan sekali ngomong langsung #jlebb banget. Aziz juga salah satu umpan dari yang cowok kalo urusan ngomong sama para sesepuh pinisepuh. Lelaki ketiga adalah Yuscha, adek-adek suka bilang mas gorilla soalnya bulunya dia banyak. Haha. Dia termasuk yang manud manuuud ajaaa... J Salah satu pencair suasana jugaa nii bocah. Naaaah, yang terakhir adalah si Fahri, si empunya suara lemah lembut, sampe-sampe kita selalu ketawa ngedengerin Fahri ngomong, saking lucunya. Makanya, dia harus jadi maskot KKN Minggir ini niiih, hahaha... J
Emank Balangan ini penuh warna banget daaaah!
Okeee, aku mau ngomong, Balangan beneran punya cerita lhoooh~