12.24.2011

Kalau ini Sore yang Hijau!

Aku ingin menulis sepuasnyaaaa...
Udah lama banget rasanya ga ada momen yang menurutku 'sangat spesial' seperti ini.
Ini adalah sabtu sore, weekend. Jogja tetap istimewa saja kok meskipun hari sabtu. Ini tidak panas pun tidak pula dingin. Sore yang tenang, super tenang. Dan aku sendiri... Menikmati sore.
Akhirnyaaaa, aku suka 'menikmati sore' ini.
Apalagi di kampusku, ini sore yang HIJAU.
Tak jauh dari sini, tak dengarkah kau, suara-suara burung kecil kelaparan, riuh rendah menanti para induk pulang.
Tak jauh lagi, hei dengarlah itu, suara angin, yang sesuka hati menerbangkan dedaunan, sedikit berisik, bersautan dengan deru kendaraan bersautan.
Aaah, alam selalu membisikkan ceritanya...
Maka, bersyukurlah ketika masih dapat mendengar bisikan alam...

Tentang Sore yang Syahdu

Hmmm... Ini sore yang syahdu. Benar-benar syahdu.
Entahlah, berita tadi subuh sebenarnya cukup menyedihkan dan membuat banyak orang terluka, akan tetapi aku pun tak tahu mengapa justru terbesit ketenangan yang berbeda. Setenang sore di kampusku ini.
Terkadang atau mungkin selalu, Allah senantiasa menyertakan ketenangan setelah kesedihan. Ketika bersedih atau ketika kalah, Allah menunjukkan betapa indah mengingat-Nya, betapa indah bertawakal kepadaNya, betapa indah bersabar, dan betapa indah semakin mendekatkan diri kepadaNya.

Yang jelas dan yang aku tahu saat ini, bahwa kita harus BERBENAH. Mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, kemudian orang-orang terdekat, masyarakat, dan seterusnya.
BERBENAH untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan di sana-sini, menutup lubang-lubang yang sudah sejak lama tak terurus, mempercantik taman-taman hati yang mungkin sudah sejak lama terlena, dan kembali meluruskan niat...

Ya Allah... jalan ini masih panjang dan sangat sangat sangat berliku, maka kuatkanlah kaki, tangan, jiwa raga kami untuk dapat bertahan sampai hari terang itu datang menjelang. Aamiin... :D

12.06.2011

absurd.

Dan aku sekarang ingin menulis. Sudah sekian lama dan rasanya jutaan kata-kata sudah ingin meluap-luap bersama pagi, bersama sepi. Hei, apa kabar hati? Apakah selalu sesegar pagi? Semesra pagi? Sehangat pagi? Ah, ini semua tentang hati. Sekuat apa hatimu dapat menopang lelahnya ragamu.
Karena dalam hal ini hati yang menjadi komandan. Maka selalu berdamailah dengan hatimu, karena damai itu indah.


*ini tulisan apa deeeh