11.23.2011

#1: Annisa Khumaira


Selamat hari lahir Annisa Khumaira. 
22 tahun sudah kamu menjejakkan kaki ke dunia ini, pastilah banyak hal yang kau jajaki. Tidak banyak yang bisa aku berikan, hanya bait-bait do’a yang mengalir bersama kehangatan persahabatan kita di Mikrobiologi ini.
Ehm, semoga apa yang menjadi cita-citamu adalah yang terbaik bagimu, maka semoga ia menjadi kenyataan di suatu ketika nanti. Aku masih ingat, kau pernah berujar bahwa kau ingin menjadi pengusaha dan tidak ingin menjadi pegawai. Semoga terwujud yaaa... Bersemangatlah untuk meraihnya!
Semoga semakin banyak kebijaksanaan yang kau berikan untuk sekitar, agar sekitar pun ikut menjadi bijaksana sepertimu. Pun ditambah dengan pengetahuanmu yang sangat luaaaasss... Itu akan menjadi kombinasi luar biasa, sobat.
Semoga hanya senyuman terhangatmu yang terhadirkan ketika banyak batu menghadang jalanmu menuju tujuan (baca: penelitian). haha. 
Semoga kebaikan dalam segala hal senantiasa mengiringimu dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, hingga tahun ke tahun. Ini cukup mengungkapkan semuanya. 
Lalu, semoga mata, hati, telinga, lidah, tangan, dan kaki semakin terjaga.
Dan semoga keberkahan tak lelah mengiringi perjalananmu, dunia hingga akhirat kelak.

Sekali lagi, Selamat hari Lahir, cha... 


*ini yang pertama dari 18 lainnya. Microers 08. Kalian yang tak kenal lelah. :)

11.22.2011

prolog

mengapa di ujung pertemuan selalu banyak cerita, selalu banyak hal-hal mengesankan, dan selalu ada perpisahan?
ah, ini sudah hampir satu tahun, dan aku semakin mencintai tempat ini, ingin berada lebih lama dan mewarnai dengan warna paling cerah yang aku punya.
aku makin mencintai tempat ini, dan aku belum ingin berpisah, wahai PERMAHAMI-ku sayang...

11.15.2011

Momentum dan Kesiapan.

Apakah kau tahu satu teori yang mengatakan bahwa terkadang momentum datang jauh lebih cepat dari kesiapan. Yaa, aku sangat sepakat. Karena memang demikianlah hidup, terkadang kehidupan membutuhkanmu berlari pada saat kamu sedang belajar merangkak. Mungkin ketika kamu sedang belajar merangkak dan kamu dipaksa untuk berlari, kamu bisa jadi terjatuh karena tidak seimbang. Mungkin juga banyak kesenanganmu dalam merangkak yang menguap bersama keringat. Aaaah, namun dunia tidak butuh mendengarkan kemungkinan-kemungkinan itu. Dunia hanya membutuhkanmu untuk siap ketika momentum itu datang. Karena siapa lagi yang harus lebih siap dibandingkan kamu? Siapa?
Itulah momentum---hanya semacam kejutan dari Sang Pemberi Kejutan.
Maka momentumlah yang akan mempersiapkanmu, cepat atau lambat.
Momentumlah yang membuatmu belajar.
Momentumlah yang mendewasakanmu.
Momentum yang membuatmu harus SIAP.

Mungkin terkadang kamu berfikir bahwa dunia terlalu kejam atau semena-mena karena memaksamu untuk siap ketika kamu merasa belum siap atau bahkan belum merasa perlu 'bersiap'. Yaaa, aku bilang itu wajar. Karena setiap manusia diciptakan dengan potensinya masing-masing,  tidak semuanya dapat dengan cepat bersiap ketika momentum datang atau justru sudah bersiap jauh-jauh hari sebelumnya. Itu sangat wajar. Namun, semuanya kembali lagi kepada aku, kamu, dan siapapun yang diharuskan bersiap. Untuk apa atau siapa kah kita bersiap? Hanya untuk sebuah momentum? Hanya demi dunia?
Tentu tidak... Dan kita pasti tahu jawabannya.

11.14.2011

Sssst... Ini Rahasia!

Aku ingin menulis disini, saat ini, karena aku ingin mencatat apa yang aku impikan hari ini. Agar suatu ketika nanti, aku ingat untuk mewujudkannya menjadi kenyataan--kapan pun itu.
Meskipun ini bukan yang utama, tapi aku sangat menginginkannya. hahaha

Aku ingin menjadi guru untuk anak-anak kecil di pedalaman negeriku, di manapun itu. Lebih tepatnya mungkin di pulau-pulau terpencil. Aaaaah, karena luar biasa sekali bisa menjadi seperti itu.
Menatap senyuman-senyuman tanpa beban dan tanpa tuntutan sambil menikmati dinginnya pagi yang menggigit serta embun yang membasahi dedaunan nan menghijau.
Atau bersendau gurau dengan anak-anak saat mentari mulai menyengat kulit dan semilir angin dari laut mulai berkunjung sambil menyaksikan ibu-ibu yang mengurus dagangannya.
Atau menikmati purnama sambil membicarakan masa depan desa ditemani makanan khas yang disajikan oleh para gadis, membicarakan bahwa desa ini harus terus maju, harus berpendidikan, harus bersemangat.
Atau berkejaran berlarian bersama anak-anak ketika sore menghampiri lalu sibuk mempersiapkan maghrib di masjid yang selalu makmur, sholat berjama'ah lalu mengaji bersama.
Atau duduk sendirian di atas bukit hijau sambil menatap langit, dan mengingat-ingat apa yang telah aku lakukan hari ini.

Alasan utama aku menginginkan itu semua karena : Anak-anak Indonesia (terlalu) istimewa untuk dicintai!

Semoga Allah meridloi jika ini memang yang terbaik. Aamiin. ^_^

karena mereka harus memahami cara mewarnai hidup mereka.

11.10.2011

Cerita si Berbaju Pink!

Aaaaa, hari ini memang sesuatu sekali deeeeh!
Dimulai dengan ujian yang padet (2 kali aja sih, tapi yaa untuk mahasiswa tingkat akhir gini kan udah bisa dibilang padet, haha). Sampe akhirnya makan2 (traktiran) dua orang sahabatku yang syukuran atas beasiswa mereka. Alhamdulillah... ^,^
Setelah beristirahat barang 1 jam, aku pun beranjak mencari tambahan keuangan ke tempat anak laki-laki kelas 4 SD, yang udah 1 bulanan lalu menjadi murid privat setiaku. Si gendut, imut, cerdas, dan (agak) nyebeliiiin. hahahaha...
Sedikit pingin cerita nih tentang si Rafi (namanya). Kalau aku menjadwal les pas siang hari (sekitar jam 2an), baru pulang sekolah dan kadang sempet maen dulu, trus keringatnya belum menguap sempurna, pasti masih bau matahari (haha, mungkin baunya kayak aku dulu yang habis maen bola siang bolong atau main apapun dah yang bikin keringetan). Kalau sore sih kadang mandi dulu, jadi lebih segaaaaar...
Terus, si jagoan satu ini kayaknya cerdas, terbukti dia menduduki ranking 4 di kelasnya, padahal (tampaknya) agak males belajar. Dan keliatan, kalo disuruh ngitung apa aja (kayak pembagian, penjumlahan, dll) ga suka pake coret2an, lebih suka *mengawang-awang* gitu. Aduuuuuh, tapi jadi lamaaaaaa....
Dan ini salah satu yang harus membuatku mengeluarkan jurus merayu anak kecil yang EKSTRA.

Termasuk hari ini. Aaaaaaa, ini anak bikin gemes, jengkel, tapi juga bikin ketawaaaaa.
Hari ini aku datang sore, kangen, udah beberapa hari ga ketemu. Dan si bos gendut ini pake baju pink. Hahaha, matching sama kulit putihnya.
Pertama belajar IPA, trus IQRO', trus (agak ogah2an karena aku kasih PR sebelumnya) MATEMATIKA. Hahahaha, awalnya bener2 males buat belajar MTK, tapi yaa gimana lagi, dipaksa dengan jurus maut sih (lebay kalo ini). Dan PRnya belum dikerjain, dan disuruh ngerjain bareng ga mau, kembali harus dipaksa dengan jurus maut. Aduhaaaaiiii.... T.T

Eh, tapi kekesalanku tergantikan sudah, hari ini gajian (ternyata si ibunda memilih untuk menggajiku di awal, alhamdulillah, tau aja kalo butuh, haha).
Yak, dan ini gajian keduaku (meski beda kondisi)...

Alhamdulillah...