3.19.2011

Bicara tentang Hidup?



Bukankah hidup memang selalu penuh dengan tanda tanya dan pencarian jawaban atas pertanyaan itu.
Bukankah terlalu sering kita mempertanyakan keadaan hidup kita, apakah bahagia? apakah cukup? dan apakah-apakah yang lain.
Ada yang bilang bahwa hidup ini adalah perjalanan mencari kebahagiaan sekaligus kehilangan kebahagiaan yang lain.
Ada pula yang mengatakan bahwa kita hidup tak akan pernah menanam apapun dan tak akan pernah kehilangan apapun.
Begitulah, orang selalu berbeda-beda dalam menyikapi hidup.
Seperti yang aku katakan, hidup memang selalu penuh dengan tanda tanya, oleh karena itu manusia dibekali akal oleh Allah Yang Maha Kuasa untuk mencari jawabannya.
Dan ketika satu jawaban telah ditemukan, akan selalu ada pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang menyusul. Begitu seterusnya hingga terjadi siklus kehidupan yang selalu membuat orang belajar tentang bagaimana menjadi bijaksana.
Bukankah perjalanan manusia nantinya akan membawa kita pada suatu kebenaran yang hakiki, jawaban atas semua pertanyaan. jawaban di atas semua jawaban.
Ya, kebenaran yang hakiki mungkin belum kita temukan saat ini, tapi suatu saat nanti, ketika pintu-pintu langit telah terbuka, dan semua pertanyaan akan terjawab. tanda tanya akan lenyap. Pada suatu ketika yang dinanti.
Maka berjalanlah di muka bumi ini dengan rendah hati, berjalanlah dengan kebenaran yang engkau yakini, berjalanlah menuruti kata hatimu, berjalanlah hingga hari-hari terang mereka bicarakan itu datang...

3.08.2011

Aku Ingin Seperti Anak-Anak Kecil Itu...

Selalu ada banyak hal-hal menarik yang menyenangkan di luar sana. Selalu ada banyak hal-hal yang menentramkan di luar sana. Termasuk dengan menatap rembulan misalnya. Hmm, paling tidak itu yang aku dapatkan dari "Rembulan tenggelam di Wajahmu", novel karya TereLiye yang dahsyat.
Atau dengan fotografi, seperti yang sangat disukai teman-teman.
Yang lain mungkin dengan menulis, mungkin. Karena menulis bisa mengalihkan duniamu. Menulis adalah obat manjur untuk hati yang gulana atau terlalu bahagia.

Allah memang selalu memberikan keseimbangan di setiap ciptaanNya bukan?
Ketika sedih, maka selalu ada pelipur lara yang bisa menghilangkan kesedihan itu.
Pun ketika sakit, maka Allah juga akan memberi obatnya.

Allah juga menjadikan langit agar ia bisa menjadi penyejuk hati anak manusia yang selalu 'sibuk' dengan urusan-urusan yang melenakan. Agar kembali ingat tentang Penguasanya.
Ya, ternyata bagiku langit adalah hal yang menyenangkan yang aku bicarakan di depan tadi. Langit selalu menentramkan. Langit adalah teman bercerita, pendengar setia.

Namun, ada yang lebih menyenangkan dari menatap langit. Adalah anak-anak, yang selalu menggairahkan untuk diamati lekat-lekat.
Karena keceriaan mereka spanjang hari, bahkan tangis mereka, adalah tanda penerimaan yang luar biasa terhadap segala nikmat yang diberikan kepada mereka.
Anak-anak tak pernah peduli berapa pun teman yang dipunyainya, yang ia tahu bahwa ia sedang bahagia.
Anak-anak tak pernah peduli berapa kali ia terjatuh karena bermain, yang ia tahu bahwa ia sedang bahagia.
Anak-anak tak pernah peduli berapa kali ia dipelototi tetangga karena keonaran yang dibuatnya, yang ia tahu bahwa ia sedang bahagia.
Pun, anak-anak tak peduli berapa banyak tepuk tangan yang diberikan orang-orang ketika ia sedang ikut lomba menyanyi, yang ia tahu bahwa ia sedang bahagia.
Bahkan ketika ia menangis ketika ditinggal jauh oleh teman-temannya, ia hanya menangis karena takut, dan setelah menangis ia pun bahagia kembali.

Aku ingin slalu bahagia seperti mereka, seperti anak-anak kecil di serambi masjid itu...

Hanya Ingin Menatapmu Lama

Boleh tidak, kali ini aku sedikit tidak bersahabat kepada sekitar?
Mungkin mereka semua justru balik bertanya, memang kamu sudah bersahabat dengan sekitar?

Aaaah... Aku bingung...
Bahkan aku bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini, aku sendiri bingung dengan perasaan ini, perasaan gelisah tak menentu, yang semakin aku cari tahu, aku tak temui jawabnya.
Lagi-lagi, aku ingin minta maaf kepada sapaan lembut matahari, angin mesra pagi hari, dedaunan nan menghijau, dan segala yang menyambutku hari ini dan beberapa hari sebelumnya...
Ya Allah... maafkan hamba...

Apakah ini yang dinamakan futur? Tak bersemangat dalam banyak hal?
Ah, aku pun bingung...
Slogan yang biasa aku pakai, "tenang dan tersenyumlah" rasanya tak berarti.

Sebenarnya, apa yang ingin langit ceritakan kepadaku? Apa maksud di balik semua ini?
Maka, jika aku diberi kesempatan menatap langit hari ini, aku ingin menceritakan semuanya... Aku rindu menatapnya lama.
Dan semoga aku temui jawabnya.

3.01.2011

bingung mau nulis apa

Melamuni sore memang menyenangkan. Apalagi di jalanan yang tak pernah sepi itu. Berbagai cerita selalu dihadirkan jalanan ketika akan menjemput gelap sang malam. Jalanan yang mungkin akan aku ingat bertahun-tahun ke depan.
Orang-orang beramai-ramai mengurusi urusannya masing-masing yang tak kunjung usai. n
Begitulah... kelelahan bisa terobati dengan memperhatikan sekitar...
Ahhh...