12.27.2010

No Body’s perfect!

Apakah perlu menuntut banyak dari orang lain demi utuhnya suatu ikatan? Tidak kan?
Kita hanya perlu memahami perbedaan yang ada ini, karena perbedaan itu rahmat. Bukankah sudah biasa ketika dalam suatu ikatan ada yang sudah baik dan ada pula yang belum? Dan bukankah akan lebih indah ketika yang sudah baik membantu yang belum baik untuk menjadi benar-benar baik pula?
Menurutku, inilah seninya persahabatan. Menggandeng tangan sahabat kita yang masih tertatih agar ia dapat berlari sekencang kita. Pun kita tak seharusnya iri karena kita baru dapat berlari kencang sedang sahabat-sahabat kita yang lain sudah menggunakan motor bebek dengan kecepatan mengungguli kuda perlombaan. Toh kita tetap akan sampai ke tujuan awal kita masing-masing…
Hmm, tapi terkadang memang sulit memahami perbedaan yang indah ini. Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing. Dan tak ada manusia sempurna di dunia ini.

12.16.2010

Maaf...

Tidak, aku tidak marah ataupun kesal dengan semua yang terjadi padaku.
Aku hanya bodoh karena menyalahkan keadaan.
Aku hanya alpa karena aku menyalahkan sekitar.

Hmm... Aku ingin minta maaf pada matahari karena pagi ini aku tidak menyambutnya dengan senyum terhangatku. Karena aku tak mempedulikan sinarnya yang masuk melalui celah-celah kaca kamarku. Maafkan aku...

Pun aku ingin minta maaf pada angin pagi yang selalu menyejukkan awal perjalanan, karena hari ini aku tidak menyambutnya dengan senandung merdu penggugah semangat.

Hfff... aku juga ingin minta maaf dengan sangat pada dedaunan yang selalu ramah tamah menyambut perjalananku menuju kampus, karena pagi ini aku tak menyambut sapaannya yang begitu menyenangkan...

Hukss... Aku ingin minta maaf pada semua orang karena rasanya tak ada kebahagiaan yang aku berikan untuk mereka hari ini.

Dan yang terbesar, aku ingin memohon ampunan kepada Rabbku, karena hari ini aku tak menyambut cintaNya dengan al-ma'surat, dengan sedekah, dengan menyapa orang-orang, dengan menolong orang yang membutuhkan bantuan...


Maafkan aku atas hari ini, atas kamis yang melelahkan ini...

12.15.2010

Tenang dan Tersenyumlah!

Sadar tak sadar, sengaja tak sengaja, apapun yang terpancar dalam diri kita akan berpengaruh pada lingkungan. Bukankah banyak orang yang mengatakan kalau melihat orang sedih, maka kesedihan pun turut menghampirinya. Begitu pula, ketika kebahagiaan sedang menghinggap, pun kebahagiaan juga turut datang tanpa diundang.
Hmmm, itulah hubungan timbal balik yang indah...
Maka dimanakah kita sekarang?
Sudahkah kita bisa mendatangkan kebahagiaan untuk orang-orang di sekitarku?
Kita hanya perlu tenang dan tersenyum menghadapi setiap cerita waktu yang menghampiri. Karena mereka pun akan merasakan ketenangan yang kita rasakan dan senyum-senyum yang dinantikan akan mekar menawan. Begitulah, biarkan mereka turut merasakan damainya perasaan layaknya suasana sore hari selepas hujan di rerumputan hijau itu...
Maka, tenang dan tersenyumlah!!!!


*berusaha jujur dengan tulisan-tulisan sederhana yang kubuat.