9.17.2010

Latihan nulis.

Alhamdulillah... Ramadhan dan lebaran tahun ini rasanya yang terbaik yang pernah aku lalui.
Lengkap. Mulai dari keluarga, sahabat, dan semuanya... Terima kasih Ya Allah...



Sekarang aku tahu, yang penting itu memikirkan apa yang sudah kita berikan untuk mereka bukan apa yang sudah mereka berikan untuk kita.

Huhuhuhu... sedihh...

9.06.2010

Aku Merasakan Cinta

Tengah hari ini, Selasa, 23 Juni 2009...
Hembusan angin tengah hari ini begitu menenangkan dan menghangatkan, bukan karena suhunya panas dan baru beberapa menit berlalu dari jam 12.00 WIB, tetapi karena aku merasakan cinta di sekitarku..
Aku merasakan getaran bahagia dari orang-orang yang aku temui di jalanan itu...
Aku merasakan cinta yang dihadirkan oleh mereka.
Mulai dari ibu penjual toko dengan pembelinya, para pejalan kaki yang tak pernah jenuh menggapai mimpi, seorang gadis cilik beserta bapak tua entah ayah atau kakaknya...
Yang terakhir itu, aku benar-benar merasakan sebuah rasa berarti ketika mereka bercakap dengan logat mereka dengan baju lusuh, seperti telah dan akan bekerja tiada henti.. Begitu semangat dan bergairah...
Cinta itu aku rasakan...
Jalanan siang ini begitu hangat... hmm...

Tragedi Sandal Butut

Stasiun Tugu Yogyakarta, waktu ashar...
Aku begitu bersemangat menuju stasiun tugu setelah menyelesaikan urusan kampus dan organisasi (wkwkwk), mau pulang ke rumah tercinta di sukoharjo makmur, kangen mamake...
Sebenarnya ingin mengejar kereta yang jam setengah 3an.. eh, nyampe stasiun, ga da bekas kereta yang jam itu.. benar2 tragis, aku ditinggal kereta..
Ok, akhirnya aku duduk2 aja di peron sambil mengamati anak2 TK dari madiun yang lagi piknik gtuu d jgj..
Sambil ngobrol2 ma bapak2... Eh, truss adzan ashar berkumandang...
Aku pun menunggu sebentar (tdk bergegas) ke mushola stasiun buat sholat ashar.. lonely...

^&%&^$%^#$*((&&$$
Setelah beberapa menit aku pun selesai sholat dan langsung mengambil tas dan menghampiri sandal jepit warna-warni kepunyaanku...
Tapi... betapa aku terkejut melihat sandal jepitku yang sudah butut banget itu ga ada....
Wuuuuaaaa.... dunia gonjang-ganjing!!! Padahal disana tu ya, banyak banget sandal2 yang lebih bagus dari sandalku, kenapa milih yang butut sih???
Aku pasrah dan duduk2 di teras mushola, barangkali ada yang make bentar...
Selang beberapa menit, ternyata ada seorang ibu datang dan mengenakan sandal jepitku tercinta itu...
hiiiyaaa... ternyata buat ke toilet....
Haduuuugghhh.... ternyata sandalku ini kelasnya toilet umum kali ya???
Sandal bututku ternyata ga jadi ilang... Alhamdulillah,, masih bisa pulang naik kereta pake sandal sendiri....

Sepeda Tua Antarkanku Ke Sekolah

Pagi ini super cerah...
Saat ini aku berada di antara orang-orang yang berjubel saling mendahului demi mencapai keinginannya, di sebuah perjalanan menuju stasiun purwosari solo..
Jalanan solo sudah mulai hangat bahkan mendekati panas di pagi itu.
Perjalanan masih agak panjang dan hmm, lampu merah agaknya harus menghentikan sebentar kendaraan bapak.
Hmm.. ternyata solo sekarang begitu padat, motor, mobil, bus, dan banyak kendaraan berkumpul jadi satu di jalan turunan itu... Kepulan-kepulan hitam pun agaknya turut melengkapi suasana menjadi sempurna, puanas poll..
Namun ada yang menarik perhatianku waktu itu,
sebuah sepeda ontel tua dengan tergesa-gesa menyelip di anatara kendaraan2 bermotor itu. Ternyata seorang ayah yang memboncengkan anak laki-laki kebanggannya.
Selaip kanan, selip kiri, begitu bergairah dan bersemangat, hingga tak sadar sebuah senyuman terkagum-kagum tersimpul di wajahku, bapak, dan aku yakin orang-orang di sekitar itu...
Betapa beruntungnya anak laki-laki yang waktu itu berseragam batik (sudah agak lusuh) dengan tas merah bergambar 'dora de explorer' dan dengan topi di kepalanya, dia tampak begitu siap menuntut ilmu bersama teman-temannya hari itu...
Jadi ingat sebuah lagu,
"Pagiku cerahku, matahari bersinar, ku gendong tas merahku di pundak... Slamat pagi semua, kunantikan dirimu, di depan kelasku menantikan kami..."
Tak kalah kerennya, ayah dari si anak yang aku yakin sangat dibanggakan oleh anak-anaknya itu, dengan badan besar dan kaos lusush juga (tanda kerja keras) dan wajah ceria mengayuh dengan kencangnya sepeda tua itu...
Dalam hatiku aku yakin, sang anak akan jadi orang nantinya, yang bisa dibanggakan oleh ayahnya yang dahsyat itu...

Semangat itu yang sebenarnya ingin aku beritakan kepada semua orang, bahwa hidup harus terus berjalan bagaimanapun keadannya dan percayalah, sebuah jalan terang menanti di depanmu....

Sebentuk Cinta dari Azra

Perjalanan yang begitu indah dan menyenangkan dari jogja menuju solo.
Betapa tidak, rona tugu sore ini sangat berbeda dari biasanya dengan kehadiran gadis cantik itu...
Dia duduk sebangku denganku di peron (timur atau barat-entahlah) stasiun tugu, ehm, dia memperkenalkan dirinya dengan nama "AZRA" dengan balutan senyuman yang begitu tulus dan lembut....
"mbak namanya siapa?", tanya gadis 4 tahun yang bersekolah di TK Nur Hidayah itu masih tetap dengan senyum indahnya...
"Namaku raras" kataku sambil tetap terpesona dengan mata beningnya.

Aku rasanya baru saja mendapat teman baru...
Banyak hal yang kita bicarakan berdua di bangku itu.... Begitu menyenangkan...
Dari lagu kesukaannya sampai berhitung jumlah kereta yang lewat...
Saat aku tanya lagu kesukaannya, dia langsung jwab Cinta Terlarang.
Waduh, batinku...
Eh, gadis cantik itu langsung menyanyikan beberapa lirik lagu itu...
Dalam hatiku, aku harus segera mengalihkan,
"Trus, kalo lagu yang yang diajarin di TK apa de?"
Dia langsung menyanyikan lagu '10 nama malaikat' dengan tugas2nya masing2 dengan sangat tepat dan lancar, aku dengar benar dan memperhatikan setiap kata yang ia ucapkan, perfect!
Hmm.... lagi2 aku katakn ini sungguh menyenangkan...

Lalu kita menghitung kereta yang lewat, satu, dua, tiga....
Mbak naik kereta apa?
"kereta prameks"
"aku juga naik kereta prameks,yang warna kuning itu kan mbak..." katanya dengan sedikit susah bilang er.. smabil menunjuk gambar prameks agak di depan...
"wah, sama!! Toss!!", dengan penuh semangat aku mengajak gadis itu toss dan ia pun membalasnya dengan toss pula, tentu saja masih dengan balutan senyum menawannya...

Agaknya kereta kita akan segera datang, aku, Azra, kakaknya Azra, dan ibunya segera mendekat ke arah orang-orang lain yang juga menunggu kereta...
Yup, di sana kita ngobrol lagi...
dari batas berdiri sampai dengan buang sampah pada tempatnya....
yang jelas, Semangatnya begitu mempesonaku...

Sedikit Berbagi tentang Hari Itu

Jogja malam hari memang terkadang menorehkan pelajaran-pelajaran berharga...
Angkringan pak min, angkringan favorit anak-anak primor, mereka yang kelaparan aku deh yang kena, haha.. Oke, kali ini aku lagi apikan, mereka nitip 3 nasi kucing yang sambel ijo, 1 teh anget, 1 es teh, 1 es susu jahe, dan 1 jeruk anget... Okelah kalo begitu (Warteg boyz_bentuk hidup-mode on red).
Dengan ditemani dede imas masudah yang baik, aku pun berangkat ke angkringan pak min yang remang-remang nan syahdu itu....
Wah, bapaknya baru sibuk melayani pelanggan dengan sangat repotnya, dengan dibantu oleh seorang anak laki-laki, bapaknya pun mulai membuatkan pesanan teman-teman yang banyak itu....
Di sela-sela kesibukan dan kerepotannya, ada yang mau bayar....
Eh, eh, eh, malah ditolak ma bapaknya...
"ora usah, ndadak ngopo iki" (mungkin aku memcoba membahasakannya, karena keadaan di jalan ramai.
"woo.. ora,ora," sahut bapak yang membayar tadi.
Beberapa uang seribuan pun ditinggal di antara jajanan-jajanan khas angkringan.
alhasil pak min pun bersikeras untuk mengembalikan lembaran-lembaran uang tersebut, mungkin karena sudah terlalu dekat atau bagaimana, jadi ga usah bayar lah, konco dewe... mungkin begitu...
Yang je;as pelajaran berharga yang dapat aku ambil dari tempat sederhana yang remang-remang asik gitu, bahwa tak semuanya bisa dibeli dengan uang, bahwa ada sesuatu yang lebih berharga dari uang, yaitu persahabatan. ya, persahabatan.

Seuntai Cinta Kala Senja

Anak muda boleh saja berujar berjuta-juta kata cinta atau membicarakan cinta dimana pun berada.
Tapi kai ini cerita itu dari pasangan suami istri yang tampak sudah berumur.
Duduk bersama di dalam kereta yang melaju kncang dari Solo ke Jogja, mreka berdua tampak sangat menikmati perjalanan ini... Hari minggu memanglah ahri yang asyik untuk liburan untuk semua usia.. :D
sang ayah mengenakan kemeja seadanya dengan celana jins yang dilinting (dilipat) bagian bawahnya dan sang ibu menggunakan kaos obong yang juga biasa...
Penampilan yang sangat biasa.
Tapi, di balik yang biasa itu ada sesuatu yang luar biasa dari pasangan itu...
Melihat celana sang ayah yang terlinting2, sang ibu pun langsung membenarkan dengan tangannya sendiri, dengan penuh rasa sayang tentunya...
Sungguh penghormatan yang luar biasa...
Sang Ayah tak mau kalah, ia pun meminjamkan lengannya sebagai sandaran untuk istrinya, jadilah mereka menikmati perjalanan ini seolah kereta ini milik berduaaa... Meski usia senja, akan tetap ada cinta....

Aa lagi cerita menarik tentang cinta di kala senja...
sekali lagi, ini bukan tentang keromantisan atau apa lah itu namanya...
Kali ini saat perjalanan di bus Sri Mulyo (cerita lain dari catatan sebelumnya), yang aku harus duduk di bangku untuk 3 orang, simbah putri, aku, dan simbah putri lagi... Keduanya baru aku tmui waktu itu. Sempat ngobrol sedikit, dan ternyata tujuan mereka ke jogja hampir sama, mengunjungi anak dan cucunya...
yang satu justru lebih mantap, beliau sampai tergesa-gesa ke jogja karena saking kangennya sama sang cucu... Tanpa bekal banyak... dan tak tau pula masih ada tidak bus atau tidak menuju rumah cucunya itu... simbah yang satu ini memang penuh semangat, meskipun ia tampak bingung masih ada tidak bus lanjutannya, tapi ia tetap bercerita dengan menggebu...
Itulah, bukti cinta kala senja...
Makin senja, justru makin kuat cintanya untuk orang-orang yang mengisi hidupnya...

Semoga akan selalu ada cinta yang kita persembahkan untuk sesama... Yeah!!!

Topeng Monyet Solo Jogja

Pemandangan yang menyenangkan dan mencengangkan...
Ada monyet di keretaaaa....
Waaah... Sempurna sekali perjalanan di kereta kali ini.
Bermula dari diantar oleh ayahandaku menuju stasiun, dengan diiringi senyuman meneduhkan melepas anaknya tercinta ke perantauan. Curahan air mata kerinduan pun menghampiri, meskipun kereta baru berjalan beberapa jengkal.. Hingga aku merasakan cinta sepenuhnya kepada kedua orang tuaku yang sangat sangat sangat aku banggakan...
Hmmm... dengan sedikit keharuan yang masih tersisa, kereta pun mulai diisi dengan orang-orang dari berbagai macam kalangan. Yang jelas, hari minggu adalah hari sempurna untuk pedagang makanan minuman di kereta Pramex ini. Betapa tidak, emang sudah kodratnya kalo kereta beroperasi di hari minggu itu, anak-anak akan banyak berkeliaran... Oooh... Indah sekali mendengar gelak tawa mereka... Mendengarkan hentakan-hentakan kaki kecil mereka menuju ibu-ibu mereka....

dan, yang menarik saat itu adalah ada topeng monyet di kereta...
Tiga anak laki-laki agaknya menyertai perjalanan topeng monyet solo-jogja itu...
Dengan baju yang serba biasa, bahkan ada yang tanapa alas kaki... Tak terbayang berapa kilometer lagi yang akan mereka lalui demi mencari makan untuk mereka sendiri, keluarga, dan tentu saja monyet tercinta mereka....
Tak kusangka, saat penjual makanan lewat, mereka pun membeli bebrapa makanan untuk sekadar pengganjal perut... Aku memang sengaja mengamati, bebrapa lembar uang mereka keluarkan dari kantong... Tak kusangka lagi, mereka memberikan sebagian makanannya itu untuk sang monyet tercinta. So sweet....

Berbicara mengenai snag monyet, agaknya kehadirannya waktu itu memberi semangat baru untuk anak-anak kecil... Ada tontonan monyet gratissss.... Lebih asyiknya lagi, karena itu di kereta...
Sekadar bercerita, monyetnya tergolong sopan kok... ga banyak ulah lah...

jadilah, hari minggu itu benar-benar berkah untuk smua... termasuk sang monyet solo-jogja....

Berusaha Memberi dan Berusaha Bersyukur

Kepulan asap hitam bus tua jurusan mana saja selalu membuat orang yang terkena sebal, mengumpat, dan lain sebagainya yang intinya tidak suka!
Tapi, tahukah mereka bahwa di balik kepulan-kepulan hitam itu selalu ada cerita menarik?

Yaa... salah satunya adalah cerita di balik kepulan asap hitam dari bus Sri Mulyo jurusan Solo-Jogja yang aku tumpangi Sabtu lalu (5/6). Udah dapetnya bus lama, penuh lagi...
Hhhh... rasanya menyesal sekali harus ketinggalan kereta jam setengah 3 tadi.
Alhamdulillah masih dapat tempat duduk, itupun yang bertiga. Terbayang sduah perjalananku sore itu akan tidak terlalu menyenangkan...
Dengan sekuat tenaga, aku pun mulai menikmati perjalanan ini. Pengamen demi pengamen saling berganti, mencoba berbagi rezeki.
Ini dia, pengamen bersuara merdu, yang jadi nomer urut kedua, setelah tadi pengamen pertama selesai.
LAgunya apa aku lupa, yang jelas suaranya bagus. Aku pun mulai menikmati dan mengamati sekelilingku barangkali ada yang menarik...

Yap, ini dia...
Pandanganku tertuju pada sang pengamen bersuara merdu itu, tepatnya pada beberapa uang receh yang digenggam oleh tangan kanannya... Ada satu yang menarik di antara recehan itu, SEBATANG ROKOK!
Itu adalah pemberian dari seorang lelaki paruh baya yang sederhana...
Bukan masalah batang rokoknya, halal atau haramnya merokok, tapi masalah keinginan untuk memberi semampunya dan tentu saja menerima seikhlas mungkin...

*Adalah sebuah kebaikan bukan ketika kita berniat ikhlas untuk memberi?
Dan bukankah juga sebiuah kebaikan ketika kita menerima pemberian orang lain dengan ikhlas, tak peduli suka atau tidak dengan pmeberian itu?
Jadi teringat Freedom Flotilla... Bukankah memberi bantuan untuk yang membutuhkan itu sangatlah baik? Apalagi itu untuk kemanusiaan...


semoga bermanfaat ^_^

Untuk Bapakku Tersayang (Juara Satu Seluruh Dunia)

Aku selalu bangga menceritakan ayahku.
Tadi, waktu belajar motor sore hari keliling sebagian Sukoharjo, hemmm tak sengaja aku memperhatikan kumis bapak (yang katanya bikin ibu kepincut, hihihi). Wah... udah hampir putih semua... Wajar sih, karena beliau memang sudah lama mengarungi dunia nan penuh aral merintang ini, ditambah masih harus mengurusi kedua anaknya ini. Bapak adalah seorang Kepala Seksi Pelayanan Umum di Kelurahan Sonorejo, Sukoharjo. Sebelumnya, beliau adalah pengawas PLKB, BKKBN Sukoharjo. :-) Yang jelas, bapak selalu menikmati pekerjaannya dan mengemban amanah dengan sepenuh jiwa raga, bahkan karena pekerjaan yang banyak, beliau harus rela nglembur ampe malem... 
Aku bangga dengan bapakku karena banyak hal....
* Bapak selalu bangga dengan anak-anaknya, tak ada hal lain yang beliau banggakan ke teman-temannya selain dua anaknya (aku dan mbak tika-red). Mulai dari aku SD dulu ampe sekarang udah kuliah semester 4, masih sama. Kami selalu dibangga-banggakan...
* Bapak selalu dapat menyelesaikan masalah dengan bijaksana dan sangat penuh perencanaan matang. Semakin besar, aku semakin tahu betapa terencananya keluarga ini, misalnya saja aku sama mbak tika jarak usianya 7 tahun, yang hasilnya mbak tika lulus kuliah n dapet kerja, aku baru masuk kuliah. Memilih pindah rumah dari Ngawen (daerah yang agak terpencil deket pegunungan dan untuk emncapainya harus melewati jalan berliku), semata-mata agar anak-anaknya ini mudah meraih pendidikan. Yaaa... hasilnya mbak tika udah jadi kuli tinta n aku bisa kuliah di jogja... hmmm :-)
* "Sopo sing nandur kebecikan bakal ngunduh kebecikan, sopo sing nandur keburukan bakal ngunduh keburukan"--- siapa yang menanam kebaikan akan memanen kebaikan dan siapa yang menanam kejahatan akan memanen kajahatan pula.... Dan itu benar! aku membuktikannya sendiri...
Bapak itu ringan tangan, suka menolong. Dan bapak selalu bercerita kepada anak-anaknya hikmah dari semua itu bahwa kami selalu diberi kemudahan dalam segala hal dari Allah Swt. Alhamdulillah... Lagi-lagi, aku bangga akan itu....
* Bapak itu tegas, tapi tanda cinta. Aku akui, tidak banyak orang tua yang memperhatikan anaknya seperhatian bapak. Sore ini aku menyadarinya lagi. Saat belajar motor tepatnya. Nasehat bertubi-tubi tercurah untuk anak nakalnya satu ini karena ga bisa-bisa naek motor... hehehehe... pasti sambil deg-deg an aku boncengin... dari teori naek motor, sampai rencana-rencana ke depan... semua selalu menjadi perhatian bapak...
* Yang ini ni, aku selalu ingat, bapak selalu mengajarkanku untuk menghargai makanan. Janganlah membuang-buang makanan yang dibeli dengan uang itu... berhematlah... Untuk kemaslahatanmu sendiri... :-))


Bapakku itu ayah hebat!
dan ayah kalian juga hebat!
jadi, ayo sama-sama mencintai ayah-ayah kita....

Untuk Ibuku Tersayang (Juara Satu Seluruh Dunia)

Ini aku tulis dulu di blog yang lama...

Sebuah pagi dibuka dengan sebuah kecupan hangat terindah itu.
Kecupan hangat Sesosok wanita dengan binar mata mempesona, mencoba memberi sokongan kepada jiwa yang rapuh.
Sesosok wanita yang selalu mengatakan, "hati-hati ya wuk.."
Sesosok rapuh yang mengeluarkanku sekuat tenaga dari ruang suci miliknya, menggendongku, mengusap keringatku, menciumku, memberiku makan dan segala yang aku butuhkan, mengangkatku, menjagaku, menghangatku, mendinginkanku waktu panas menyengat, mengusap-usap kepalaku lembut, membelai rambutku meski kotor, membacakan dongeng, menciumku, membuatkan sarapan tiap pagi, bekerja untukku, memadamkan rengekanku, membuatku hanyut dalam cinta, menjadikanku ada, membanggakanku di manapun, mengcupku, mengusir 'anak nyamuk' dari kulitku, memberi selimut saat dingin, menyuapiku, mengembalikan baju-bajuku ke tempatnya, merapikan kamarku, menyruhku sholat rajin, mencari segala macam cara agar aku mau beranjak dari tempat tidur agar tidak jadi malas, membelikan obat ketika 'sedikit flu', menelpon semua teman ketika handphone tidak bisa dihubungi, melatihku berjalan ketika masih tertatih, membuatkan 'brownis lezat' spesial, mendengarkan setiap ceritaku yang membosankan, mengalah dalam segala hal kepadaku, memeras keringat untukku, membanting tulang untukku, jatuh bangun demi sekolahku, mencintaiku tanpa menuntut, segala hal telah dilakukan sesosok wanita itu untukku, untuk kebahagiaanku...

Getarannya menelusup hingga beresonansi dengan indah di dalam jiwa...

Suatu saat,
Aku bukan apa-apa, hingga kuingat wajahmu memandangku penuh pengharapan solah aku adalah yang paling sempurna di dunia ini, dan segaris sinar pun menghunjam tajam hati ini dengan cinta, membangkitkanku lagi...
Aku kini rapuh, hingga aku menemukanmu datang menopang kerapuhanku, mengembalikannya menjadi jiwa yang teguh lagi..
Aku kini benar-benar terseok, hingga kau datang dengan membawa segenap jiwa ragamu untuk menjadikanku dapat berdiri lagi, tak pernah sedikitpun rasa lelah menaungimu...

Dan saat aku akan pergi, kau titipkan kecupan hangatmu hanya untukku pagi itu, hingga melepasku dari kebekuan jiwa...

Aku benar-benar menginginkanmu di sini, di dekatku, Saat kerinduan memberontak di jogja pagi ini...

i lop u pul mamakeee....

Aku Terlahir 2,9kg (1)

Aku terlahir dengan selamat ke dunia ini dengan berat 2,9 kg.
Alhamdulillah, dari rahim ibu juara satu seluruh dunia, Bu Purwati, yang sekarang menjadi seorang guru kelas 5 SD, pastinya sangat dibanggakan oleh murid-muridnya.
Terima kasih ya Allah karena memberiku kehidupan yang luar biasa.
Yang pertama terima kasih Ya Allah atas nikmat iman dan islam. Sungguh, sekarang aku menyadari betapa aku sangat beruntung di jalan ini. Terima kasih juga telah mengirimkan orang2 yang luar biasa di sekitarku...
Ibu yang begitu pekerja keras, ayah yang cerdas, kakak yang lincah, saudara2 yang penuh perhatian, sahabat2 yang baik dan menerimaku apa adanya, fisik yang sempurna, dan segala bakat yang aku punya.
Terima kasih Ya Allah..
Kehidupanku pun berjalan dengan indah, penuh kejutan dari Yang Maha Kuasa...